“A-bu-bu a-bu-bu.” Liana terkekeh meniru baby B yang sedang aktif berinteraksi. Mengajak siapa saja untuk bicara meskipun terkesan seperti bahasa planet lain. Lucu, menggemaskan karena tak paham artinya. Jadi kepingin satu. “Mereka lucu-lucu banget sih.” Liana gemas berkali-kali mencium tangan dan kaki ketiga bayi mungil itu bergantian. Wajah mereka sangatlah mirip, tak ada yang membedakan, bahkan Luna sendiri kadang bingung mana baby A, baby B dan baby C. Tapi tidak dengan Rafan, dialah paling bisa mengenali bayinya dibandingkan yang lain. Itu semua juga karena kedekatan Rafan dengan mereka. Setiap dia berada di rumah langsung berbaur dengan ketiga putranya. “Suka?” Liana mengangguk kepala. “Ambil aja satu.” Luna dengan santai menyuruh Liana untuk membawa pulang salah satu dari bayinya

