Bab 65

2107 Kata

"Sudah seminggu kalian di sini, apa gak ada rencana balik ke Jakarta?" Usai makan siang, mereka berkumpul di ruang TV, duduk sebentar sambil mengobrol santai. Kebetulan weekend mereka pun tak memiliki jadwal karena menganggap Liana masih butuh dijaga. Jika biasanya mereka akan ke kebun teh, sawah, ke sungai untuk memancangi dan ke tempat-tempat yang memanjakan mata dengan keindahan alam yang masih asri. "Kamu mengusir kami?" Papi Aji menatap lekat wajah anaknya yang segera berubah ketar-ketir. "Bu—bukan itu ... tapi apa kalian gak kerja?" Menggaruk tengkuk yang tak gatal. Liana hanya diam melihat sejauh mana suaminya akan bertindak. "Papi rasa bukan itu alasannya. Katakan ada apa?" Sorotan mata tertuju padanya, menanti alasan pasti dari Elang yang meminta agar mereka segera pergi. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN