Bab 48

1814 Kata

“Ares, kamu …” Liana dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Masa lalu bergandeng tangan dengan gadis kecil yang hampir ditabraknya. “Nisa.” Senyum mengembang di bibir merah tua itu. Binar mata terpancar kerinduan yang amat terdalam. Dia melangkah lantas mundur, kakinya lemas sampai harus berpegangan pada tiang infus. “Kamu gak apa-apa?” Spontan Ares memegang tangan Liana. Meskipun digelengkan kepala, tetap dia tuntun duduk di atas brankar. “Wajahmu terlihat pucat. Mau minum? Biar aku belikan.” Liana mengangkat tangannya. Dia tatap sekali lagi wajah yang sudah dia lupakan, kemudian dia memejamkan mata, menahan gemuruh di dalam d**a. Ya Allah, apa lagi ini? Kenapa aku harus ketemu dengan dia lagi di saat statusku telah berubah. “Are you ok, Nisa?” tanya Ares risau. “I—i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN