“Gue udah di rumah, kenapa masih dieman?” Liana langsung protes ketika tangannya dilepas oleh Elang. Pintu ditutup rapat, wajah Elang datar dan bibirnya tertutup, seakan tak membiarkan sedikit celah untuk udara masuk melalui mulut. Elang benar-benar menolak untuk berbicara. Ingin menunjukkan bahwa istrinya salah karena tak mengangkat teleponnya juga pulang ketika langit sudah gelap. Tapi bukan Liana yang namanya bisa dicueki. Bagi seorang perempuan, rasa egois dan ingin menang sendiri tetaplah menjadi karakter utamanya. Tak ingin diomeli tapi hobi ngomel-ngomel, tak ingin dibentak, tapi kadang juga kelepasan dan membentak. Tak ingin dicueki tapi hobinya ketika marah malah awet dan membeku. Liana punya cara untuk melunturkan wajah datar sang suami. Dia menyosor, memeluk pinggang suaminya

