Bab 51

1536 Kata

“Pak Lurah!” Panggilan dari Kang Beni yang terulang-ulang tak dapat ditangkap oleh gendang telinga Elang, hingga terakhir kali, Kang Beni meninggikan suaranya, barulah Elang dapat mendengar dan kaget. “Liana.” Suara spontan yang terucap membuat Kang Beni menatapnya lekat, menggaruk kepala. “Liana?” Tersadar dari lamunan, Elang menggelengkan kepala. “Maaf, tadi kenapa ya?” “Pak Lurah the kalau kangen istri, ditelpon! Jangan dihaluin.” Elang memijat pelipisnya. “Mana yang harus ditandatangani?” “Ini!” Kang Beni menyodorkan beberapa surat yang seharusnya ditandatangani kemarin, tapi karena jam pulang, ditunda dan akan ditandatangani pagi ini. Melihat namanya sebagai Lurah, Elang segera membubuhi tandatangan tanpa membaca lagi. “Ini sudah benar kan?” “Sudah.” “Setelah ini jika ada o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN