.19. Tidak Sempurna

1365 Kata
******** Cinta yang buta hanya merendahkan manusia! ******** Tidak ada yang baik-baik saja. Sera sibuk menangis setelah membuat Berlin marah. Dia mengambil tissue untuk melenyapkan ingus yang kian banyak. Layar di laptopnya berakhir pada pencarian Google. Dia mengetik nama Varda Aningrat. Beberapa hari ini Sera disibukkan dengan rasa penasaran. Dia ingin tahu, kenapa Barat selingkuh? Ya, Barat  sangat tulus padanya. Tetapi, dia punya anak. Kenapa dia melakukan hal itu? Ditambah lagi, keluarganya terlihat sempurna. Kesempurnaan semu yang cuma terlihat di muka umum. Terakhir kali, Sera melihat ada yang tidak beres saat tak sengaja melihat mereka di sebuah restoran yang dekat dengan rumah sepupunya. Mereka tak seperti suami istri pada umumnya. Apa hubungan yang tidak baik itu memicu Barat untuk selingkuh? Tapi kenapa Sera merasa ada ketulusan pada pria itu? Kenapa Barat terlihat begitu mencintainya? Bukankah sulit bagi pria untuk membagi hati pada dua wanita sekaligus? Apa dia sudah tidak mencintai Varda? Suara ketukan pintu membuatnya menutup layar laptopnya. Sepupunya, Ibeth, langsung duduk di kasur. Mereka sangat dekat dan sering mengobrol tentang banyak hal. Dunia persepupuan memang sedikit unik. Sebenci apapun, tetap aja gak bisa lepas. Sudah banyak lika liku yang mereka hadapi bersama. Berantem kecil hingga berantem besar. Semua itu berakhir dengan perdamaian. Akhir-akhir ini mereka jarang bertemu karena Ibeth sudah menikah. Dia jauh lebih sibuk.  “Lagi ngapain?” “Bosan aja, Beth. Kerjaan gitu-gitu doang.” “Jangan sering-sering keluar deh. Biar gak kenapa-napa.” “Itu mulu ih, bosan dikasih saran mulu.” “Kalau gitu, cerita dong. Punya gebetan baru gak?” “Gak ada.” “Masih belum move on? Kata Tante udah putus kan? Kenapa sampai putus?” “Gak cocok aja.” “Alasan klise.”ledek Ibeth sambil tertawa.  “Oh ya Beth, menurutmu kenapa cowok bisa selingkuh?”tanya Sera. Seketika, Ibeth langsung menatap tajam. “Kamu diselingkuhi makanya putus?” “Bukan aku. Tapi teman kuliahku dulu.”dusta Sera dengan mimik penuh keyakinan. “Ya, gak puas kali sama pernikahannya. Biasanya kan gitu.” “So, berarti ada problem di pernikahannya?” “Mungkin. Tapi cuma pria b******k yang melakukan itu. Kalau gak puas kan tinggal bilang. Bukannya selingkuh. Kalau Andy selingkuh, awas aja. Kupotong langsung bijinya.”ucap Ibeth penuh emosi. Alasan seorang pria selingkuh sangat beragam. Tak ada pembenaran untuk perbuatan itu. Sayang, perbuatan itu sangat nyata. Sera cuma tidak beruntung berakhir pada pria b******k itu. Pria b******k yang masih dicintainya. Sekedar meminta putus saja tidak sanggup. Jika dia punya kewarasan, tamparan keras sudah mendarat di pipi Barat.  “Beth, udah disiapin?”teriak seseorang dari luar. Ibeth langsung melonjak dari tempat tidur. Dia mengambil tas besar yang ada di belakang pintu. “Iya Tan, ini lagi di packing!”balasnya panik. Sera tertawa melihat tingkah Ibeth. Dia bantu merapikan barang untuk dibawa. Hari ini, semua orang akan sibuk karena dia. Semesta membuat dia semakin hari semakin lemah. Lemah secara batin dan fisik. Ini adalah hukuman untuknya.  *** Pagi-pagi sekali, Sera sudah ada di rumah Dipta. Dia minta maaf karena kemarin membatalkan janji tiba-tiba. “Aku hari ini kerjanya double deh. Maafin ya..” “Kenapa baru bilang sekarang? Kemarin aku telpon berapa kali, tuh.” “Maaf, Dip. Gak sempat.” Dipta fokus dengan laptopnya. Sera cuma bisa minta maaf. Waktu kan gak bisa diulang. “Jam 1 aku mau ke Balai Sarbini. Ada acara brand.” “Ya udah. Aku ikut deh.” “Beneran?” “Iya. Aku beresin ini dulu. Terus nanti kita ke Balai Sarbini bareng.” Dipta mengangguk sambil tersenyum. Dia memang tidak bisa marah. Terutama pada Sera. Bahkan ketika Sera memutuskan untuk tak putus dengan Barat, Dipta hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Tak sanggup menyalahkan Sera begitu banyak. Dia juga baru mendapat kabar soal pertikaian antara Sera dan Berlin. Dua orang itu tak ada yang mau jujur padanya. Dia saja mendapatkan informasi dari Jolin.  “Kilau dimana? Tumben gak kesini?” “Nongkrong sama temannya. Soalnya kontraknya sudah habis kan.” “Kontrak apa?” “Kontrak buat Iphone 13.” Sera tertawa mendengarnya. Waktu membuat mereka kembali bekerja. Tak ada waktu untuk dibuang-buang. Kerja seperti ini bukan berarti tak sesibuk pekerja kantoran. Terkadang malah harus kerja sampai malam. Mereka harus memastikan setiap produk sudah di promosikan. Takutnya ada pihak yang dirugikan. Uang sih sudah masuk rekening duluan, tapi tanggung jawab tetap harus dilaksanakan.  Tetap pukul 12, Dipta menjemput Sera di rumahnya. Dia memilih pulang dulu untuk mengganti pakaian. Ini bukan acara sembarangan. Banyak influencer yang ikut dan mereka selalu memperhatikan penampilan. Penampilan yang jelek dan kumuh bisa jadi bahan pergunjingan. “Bagus sih kamu ikut. Beberapa teman onlineku mau kenalan katanya.”ucap Dipta sambil melaju setelah lampu merah berubah jadi lampu hijau. “Dah lah. Udah cukup bocil di jalan manggil-manggil aku. Gak kebayang kalau jadi makin terkenal.” “Gak apa-apa dong. Tapi kamu gak usah peduli sama komen-komennya. Banyak yang support sih, tapi selalu ada yang hate comment.” “Bodo amat deh, Dip. Yang penting uang banyak.” “Iya juga sih.” “Namanya juga netizen kan ya.” Mereka sampai di Balai Sarbini tepat waktu. Di tempat itu banyak sekali orang. Hiruk pikuk manusia yang memenuhi hampir setiap tempat. Ternyata Indonesia patut diberi gelar negara dengan influencer terbanyak. Semakin lama, generasi mudah mulai mengubah tujuan hidupnya. Tak lagi ingin menjadi dokter, polisi atau pilot. Mereka berfokus pada cita-cita yang berorientasi pada uang. Sangat wajar sebab eksistensi manusia terlihat ketika memiliki uang yang banyak. Sera berkenalan dengan beberapa orang. Ada yang mengaku ngefans padanya. Sampai mengajaknya berfoto beberapa kali.  Acara dimulai dengan meriah. Ada yang perform dengan begitu luar biasa. Tarian, nyanyian hingga celotehan yang bikin semua orang terbahak-bahak. Ini kali pertama Sera ikut acara beginian. Dipta sering ngajakin tapi dasarnya Sera emang malas banget. Setelah ikut, ternyata tak seburuk yang ia kira. Tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya. Sera menoleh dan cukup kaget melihat wanita itu.  “Sera, kamu kesini juga?” “Eh, Mbak Varda! Aneh banget kita malah jumpa disini.”sapa Dipta sambil mengulurkan tangannya bersalaman. “Mbak lagi ngapain?” “Aku juga sponsor acara ini, Dip.”balas Varda. Seseorang bicara dengannya. “Kalau gitu, aku kesana dulu ya.” “Oh, iya Mbak.” Varda pergi meninggalkan mereka. Dipta menarik tangan Sera agar tidak berlarut dalam angan-angan. Dia itu gampang terbawa suasana. Saat mereka hendak menjauh, Varda malah muncul entah dari mana. “Dip, saya boleh minta tolong?” Ruangan itu dikhususkan untuk tamu VIP. Ruang yang cukup besar dan luas. Disana ada beberapa orang yang tampak sedang beristirahat dengan beberapa gelas minuman. “Wah, beneran ini?”ujar perempuan itu sambil berteriak histeris. Dia sumringah sampai gak bisa berkata-kata. “Loh, kita pernah ketemu kan?”tanya Dipta. “Oh my God! Jadi lo inget sama gue?” Natasha melonjak kegirangan. Emang gak salah minta tolong sama orang dalam. Semua impian dan harapan terwujud dalam waktu singkat. Dia bisa berhadapan langsung dengan Dipta Brigarda. “Aku boleh foto kan, Kak?” “Boleh banget.” Tak cuma satu foto, ada puluhan foto yang diambil Natasha. Dia juga melakukan wawancara dadakan. Semua hal ditanyain bahkan soal pacar. Dipta menjawab jujur karena gak ada yang harus ditutupi. “Jadi, Kak Dipta gak pacaran sama Kak Sera?”tanya Natasha tidak percaya. “Padahal kalian cocok banget tahu.” “Engga. Kami udah sahabatan dari dulu.”balas Sera dengan sekedar. Pandangannya tertuju pada Varda.  “By the way, aku juga mau foto sama Kak Sera. Kak Sera yang selalu ceria dan cantik.”lanjut Natasha sambil pindah posisi. Sera memenuhi permintaan itu. Gadis itu terlihat baik dan definisi anak muda banget. Ya, anak sekolah yang ngebet sama sesuatu dan suka histeris. Tiba-tiba, pria berbadan besar masuk ke ruangan itu. Dia terlihat buru-buru sampai menjatuhkan kertas yang ada di tangannya. Kertas itu menunjukkan foto mesra seorang pria dengan seorang wanita. Gak cuma satu foto, tapi ada beberapa.  “Apa ini ma?”teriak Natasha histeris. “Ini papa sama siapa?”lanjutnya. Wanita yang dari tadi bersama Varda bangkit berdiri dan melihat apa yang terjadi. Dia memberikan tatapan tajam pada pria itu. Dia menarik nafas panjang. Hari ini, putrinya itu akan tahu kalau bapaknya tukang selingkuh!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN