Vira melihat ke belakang dengan wajah pucat pasi. Ketakutan semakin mendominasi hatinya. Bayang-bayang kematian seolah-olah menari di pelupuk matanya. "Aku baru saja mendapatkan kehidupanku kembali, haruskah aku mati secepat ini?" Batin Vira berontak, dia ingin melawan rasa takut yang menguasai hatinya. Di tengah rasa putus asa dan ketakutannya, Vira tidak sengaja melihat botol parfum miliknya yang tersembul keluar dari dalam tas yang tergeletak di sampingnya. Tiba-tiba saja sebuah pemikiran terlintas di benaknya. Wanita itu kembali mendapatkan harapannya untuk bertahan hidup. "Setidaknya aku harus melawan dan berusaha menyelamatkan diri, sebelum pria misterius ini berhasil membunuhku," batin Vira menguatkan diri. Pria misterius itu semakin mendekat. Belati yang berkilat tajam di tan

