Julian menahan senyum sambil melihat Aina yang masih bersungut-sungut. Amarah istrinya belum mereda meski wanita pembuat onar tadi telah satu jam lalu pergi. Itu sangat imut di mata Julian. "Kamu tadi panggil saya apa? Coba ulang," bujuk Julian pada Aina. "Apa?" jawab Aina ketus. "Waktu kamu cemburu tadi, kamu panggil saya apa? Suami?" Julian merasa bahagia Aina kembali menganggapnya suami, sedikit demi sedikit istrinya itu mulai menerimanya. Meskipun kesalahpahaman mereka telah berakhir tapi tetap saja, Julian pernah bersikap buruk kepada Aina jadi mungkin masih ada rasa marah dan tidak percaya sepenuhnya padanya. "Aku nggak cemburu! Aku tau tipe kamu bukan wanita model gitu," balas Aina datar "Lalu tipe saya seperti?" Aina memutar bola mata malas. "Kalau kamu suka, pergi gih sa

