Kehamilan

2650 Kata

“Apa harus seperti ini?” “Ten—tentu, Tuan. Lebih cepat kita berpisah, lebih baik. Agar tidak akan ada yang tersakiti. Jika harus menunggu hari esok, aku takut semakin menyakiti Tuan,” jawab Kaifa, gugup dengan suara mulai bergetar. “Kamu sudah menyakitiku!” “Itu sebabnya aku pergi sekarang, agar Tuan tidak semakin sakit.” “Kamu pernah merasakan rasanya ditinggalkan oleh Rado, apa rasa sakit dulu dan sekarang berbeda?” tanya Rizki dengan tatapan tajam. “Ma—mari kita mulai sarapannya, Tuan!” Kaifa mengalihkan pembicaraan agar Rizki berhenti membahas tentang perasaan. “Rasa sakit itu tetap sama, Fa. Kamu mau mengatakan hari ini atau seribu tahun lagi, perpisahan itu tetap menyakitkan bagi hati yang masih mencintai. Bisakah kamu tunggu sampai aku membencimu?” Rizki tetap membahas masalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN