Memilih Perpisahan

2417 Kata

Rizki berlari secepat mungkin dari ruang kerjanya menuju kolam renang. Ia tidak mau Kaifa pergi sekarang, di saat ia mulai mencintai dan belum menunjukkan keseriusannya. “Kaifa kenapa kamu sebodoh ini?!” umpat Rizki saat berlari. Rizki langsung menceburkan diri ke kolam dan berenang menghampiri Kaifa yang masih diam mengapung dengan mata tetap terpejam. Ia langsung memeluk istrinya saat tangannya berhasil menggapai tubuhnya. “Kaifa, jangan tinggalkan aku dulu. Kita belum punya anak. Aku juga belum membuktikan keseriusanku. Dan yang terpenting aku belum menunjukkan keperkasaanku. Kemarin itu baru setengahnya,” ujar Rizki, sambil menggoyangkan tubuh Kaifa dalam pelukannya. “Apa? Jadi Tuan ingin aku hidup hanya untuk menunjukkan keperkasaan Tuan?” ujar Kaifa kesal. Rizki menghentikan ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN