dengan susah payah di bopongnya tubuh suami ningsih menuju kamar ,walau agak setengah d seret karna ningsih tidak kuat membawa beban tubuh suaminya akhirnya nyampai juga d atas kasur.
di bukanya pelan-pelan satu persatu baju suaminya yang telah basah oleh keringat .
di pandangnya wajah suami yg sedang tak berdaya .
di ambilnya handuk dan d basahi dengan air hangat .di usapnya pelan muka suaminya .
tak terasa air mata yg sejak tadi membendung d kelopak matanya kini merembes lagi melewati pipi yg telah lama tak terawat .
terlihat wajah suami yg saat sadar keras kini seolah lembut,sayu .
tangan ningsih seolah tak mau beranjak jauh dari muka suaminya yang terlelap .d rabanya pelan dengan ibu jarinya dahi suaminya ,d kecupnya pelan "maafkan aku suami tampanku "ucap ningsih lirih di antara senyum dan tangisnya .
tanganya berlanjut ke hidung mancung suaminya ,d kecupnya lagi,melewati bibirnya ,tak lupa satu kecupan mendarat d sana "manis ...masih semanis awal kukecup dulu "lirih ningsih .
masih tak berhenti d situ tanganya ke dagu dan kedua pipinya ,,,dan tak lupa kecupan d bubuhkan ke masing-bagian wajah sang suami .
berlanjut ketelinga di kecupnya pelan .
"eehhmmm"ningsih terkejut mendengar gumaman dan gerakan suaminya yg merasa geli akan kecupan dan nafas ningsih yang mengenai telinganya .
ia pun segera melanjutkan acara membersihkan badan suaminya dan agak terburu takut suaminya terburu bangun .
d usabnya pelan dan merata .
dan sampailah pada bagian bawah sang suami .
mata ningsih melebar ,d telanya ludah dengan susah payah .
ingin d elusnya benda yg layu itu .
benda yg telah menyumbangkan benih hingga terlahirlah bayi elang .
benda yang telah lama di rindukan .
tanpa sadar tanganya pun meraba benda pusaka itu pelan mengikuti nalurinya ,
di elus lembut berulang hingga akhirnya benda yg awalnya layu bergerak dan membesar ,semakin besar dan semakin keras .
"eeehhhhmmm"gumam dion sambil menggeliat merasakan geli-geli d tubuhnya .
ningsih terkejut dan melepaskan tanganya .
tapi ternyata dion hanya menggeliat sekali dan tertidur lagi .
ningsih yang badanya sudah terasa panas
diam-diam memasukan barang yang telah tegak itu ke mulutnya"hmmmppp"dia terus melakukanya sambil tanganya meremas payudaranya sendiri.dia terus menikmati permainanya sendiri sambil melirik suaminya yang mulai merespon gerakan ."eeehhhhhhh"suara dan gerakan dion menghentikan kegiatan ningsih sebentar tapi karna di rasa respon suaminya baik tak ada penolakan dan seakan gerakan tubuhnya menikmati sentuhanya ningsih melanjutkan hingga terjadilah pergumulan suami istri di siang yang panas sepanas hubungan mereka ìtu.
"maaawaaarrrr ooohhhh"lenguhan panjang dion di akhir kegiatan percintaan mereka membuat badan ningsih mematung .
hatinya yang awalnya berbunga karna percintaan mereka yang telah lama tak d lakukan akhirnya remuk seremuk butiran -butiran air mata yang turun bebas melalui pipinya .
ningsih melihat kearah wajah suaminya yang tertidur karena lelah di sampingnya ,wajah itu seakan damai ,kesedihan yg awalnya tergambar d wajahnya telah menghilang bersama percintaan mereka yg panjang .
d raihnya selimut untuk menutup badan suaminya sampai ke d**a .d kecup keninya pelan dan dia pun membereskan baju suami yang berserak dan membawa ke belakang beserta baskom air sisa-sisa dia membasuh badan suaminya .
**
"mawar besuk kamu kerja kebagian sif apa "
tanya dion yg pagi ini membonceng mawar mengantarkanya ke tempat kerja .
sepasang muda -mudi itu semakin mesra setelah lamaran itu .hari pernikahanya pun sudah d tentukan sebulan lagi .
"masuk pagi lagi mas ,kenapa?"
"ibu menyuruh kita kepasar untuk belanja buat hantaran pernikahan nanti ,kata ibu kalau kamu yg pilih kan sesuai dengan kamu ,aku kan gak tau bagaimana keinginan dan selera kamu .nanti takutnya kalau aku yg belikan kamu gak cocok dan gak mau pakai kan mubazir"ucap arga melanjutkan .dia berkata begitu lembutnya di sertai senyuman yang membuat siapa saja yang melihat pasti merasakan sejuk d hatinya .
mawar pun hanya mengangguk menyetujui padahal dia tau kalau arga tak melihat anggukanya karena dia konsentrasi mengendarai motor .
tapi arga melihat senyum mawar lewat kaca sepionya ,jadi mengerti kalau mawar setuju