"mawar hari ini kamu libur nak "obrolan nenek dan cucunya di dapur pagi ini .
setiap hari jum'at dan hari senin biasanya adalah waktu yg bisa d ambil untuk meminta libur secara bergantian ,karna di waktu-waktu itu warung agak lumayan sepi.
"iya nenek" jawab mawar sambil tanganya memptong dan membersihkan daun kangkung yg akan mereka masak pagi ini .kangkung itu masih segar karna kakek ambil kemarin sorenya di kebun belakang .
di belakang mereka banyak beraneka sayuran macam bayam,kangkung,sawi asin ,sawi pahit,sawi manis dan sawi putihpun ada .lalapan macam kacang panjang,buncis ,ketimun ,kemangi pun tumbuh subur walaupun hanya beberapa pohon tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan lauk mereka setiap hari secara bergantian.
memang kebun belakang rumah mereka tak luas ,tapi kakek bisa menatanya sedemikian rupa hingga bisa muat untuk banyak sayuran ,pagarnya pun dari pohon singkong jadi bisa d manfaatkan juga daunya untuk sayur .
di atas pagar singkong di beri bambu yang memanjang dan di sanalah buah manisah tumbuh merambat mengelilingi kebun .
"habis sarapan nenek sama kakek mau kekebun ,cabe di kebun sudah banyak yg merah jadi nenek akan bantu kakek memanenya ,mumpung kamu libur jadi nenek nitip salsa ya "lanjut nenek sambil ngupas bawang putih dan bawang merah untuk bumbu tumis kangkung pagi ini .
biasanya salsa memang d bawa serta kekebun oleh nenek ,salsa juga gak pernah rewel terkena panas kadang juga kehujanan .mereka hanya membuatkan pondokan kecil beratapkan daun kelapa dan ada semacam bangku besar yang berpagar macam gasebo d cafe -cafe gitu jadi aman untuk salsa jika bermain,jadi nenek tak khawatir meninggalkan sendirin .
tapi tetap d awasi dari kejauhan walau tak terlalu jauh juga karna kebun nenek tidak begitu luas .
"aku ikut kekebun aja ya nek ,sudah lama mawar gak ikut kekebun .kangen pingin cari ciplukan sama jambu yg d bawah bambu itu ,ada kan nek buahnya "rayu mawar sambil bergelayut d tangan neneknya yg bebas ,sedang tangan satunya memegang spatula untuk menggoreng tempe .
ya memang seperti itulah menu hari -harinya .
tumis kangkung ,tempe dan tahu goreng tak pernah ketinggalan juga dadar telor atau kadang juga di ceplok .
si kecil salsa yang sekarang berumur 2 thn pun makanya tak rewel ,apa yg d makan orang dewasa dia pun mau .
mungkin kakek saja yg istimewa ,bukan karena lauknya yang berbeda ,tapi cara pengolahanya ,kakek selalu reques tempe dan tahu gorengnya setengah matang aja karna kalau di goreng sampai matang keemasan gigi kakek gak kuat ngunyah ,gigi kakeh sudah banyak yang tanggal .
dan itulah yang membuat pikiran mawar ,keinginanya untuk membelikan kakek gigi palsu agar bisa tak terkendala kalau makan belum kesampaian .
tabunganya belum cukup untuk ke dokter gigi .
"sudahlah jangan ,kamu d rumah aja .biar nenek nanti yang memetikan jambu untukmu ya "di elusnya lembut pundak sang cucu dan cucunya langsung memoncongkan mulutnya pura-pura merajuk .
"ikut ya nek "ucap mawar memaksa tetap ingin ikut .
"sudahlah jangan ,di rumah saja ,nenek cuma sebentar hanya sampai waktunya kakek sholad jum'at .hemm"nenek tersenyum sambil mencolek dagu mawr yg masih tetap memancungkan mulutnya .
akhirnya mawar pun setuju tetap di rumah bermain d depan tivi bersama salsa .
lelah bermain mereka berdua pun tertidur di atas karpet di depan tivi tersebut .
di tengah lelapnya mawar tertidur seperti mendengar sayup -sayup suara yang makin lama makin kencang.
....tok ...tok....tok ...
....mawar.....
....tok ....tok...tok..
...emak .....
..ehmmm ..apa aku bermimpi "batin mawar sambil tanganya mengucek-ngucek matanya yang sedang adaptasi dengan cahaya dan menajamkan pendengaranya .karna suara tapi ternyata sudah berhenti ...
"oh mungkin suara tivi "mawar menjawab pertanyaannya sendiri ..
tapi begitu mau merebahkan tubuhnya lagi suara itu tiba -tiba terdengar lagi bahkan lebih nyaring ..
..tok..tok..tok..
..mawar buka pintunya ....
dengan langkah menyeret segera mawar menuju pintu untuk melihat siapa yang datang ...
"a...aayaaahhh"suara mawar tercekat lirih hampir tak terdengar .begitu tanganya membuka pintu alangkah terkejutnya dia akan siapa yang sekarang ada di depan pintu rumah neneknya.matanya melebar ,dadanya berdebar kencang seakan ingin loncat dari sarangnya .
seketika d dorongnya lagi pintu yang masih terbuka separo ,tapi sayangnya sudah terlambat .
lelaki di depanya mendorong daun pintu itu dengan keras hingga tubuh mawar terdorong kebelakang .
untung kakinya kuat menjaga keseimbangan tubuhnya hingga dia hanya melangkah mundur tak sampai terjatuh ..
"ne ...nenek tidak ada ayah ,kakek juga masih d sawah "...walau dengan susah payah keluar juga suara dari kerongkonganya ..mawar terus mundur ,sedang lelaki itu mencengkeram kedua lengan mawar dengan kuat .setelah mereka berdua melewati pintu ,di tutupnya pintu itu dengan kakinya ...
"aku mencari dirimu "jawabnya dengan suara lirih dan dengan muka yg sulit di artikan ....