mawar yg tersia 13

940 Kata
pov mawar "aa ayah "aku terkejut dengan apa yg aku lihat . mataku melebar ,jantungku berdebar seakan ingin melompat dari sarangnya . aku berusaha secepat mungkin menutup pintu kembali tapi ternyata sudah terlambat . tenagaku kalah kuat dengan lelaki suami dari ibuku itu . di dorongnya daun pintu yg masih ku pegang dengan kuat ,hingga kakiku mundur beberapa langkah .untunglah badanku tak sampai terjatuh .k kutundukan pandanganku dari sorot matanya yg tajam dan wajah datarnya seakan membuat badanku merinding . "aku mencarimu ,ada yang perlu kau jelaskan padaku " penjelasan penjelasan apa aku mencoba mengingat-ingat adakah yg harus kujelaskan . sungguh aku bingung apalagi melihat wajah ayah sambungku itu tidak seperti biasanya . seperti ada kemarahan di sana ,iya memang semenjak jadi ayahku dia memang sangat kasar padaku .walaupun tak pernah menyakiti secara fisik ,tapi dari perkataanya yg selalu kasar aku tau dia tak menyukaiku. "maksud ayah apa ...aku harus menjelaskan apa " "apa kau telah d lamar oleh lelaki itu ,apa kau akan menikah ,apa kau tidak dengar apa yg selalu aku katakan bahwa jangan dekat -dekat dengan lelaki lain ...apa kau tidak dengar "suara ayah semakin meleking di hadapan mukaku nafasnya menyapu mukaku karna jaraknya yg begitu dekat . dengan nafasnya yg terengah dan tanganya yg menyengkeram kuat d bahuku hingga kurasakan panas dan perih d kulitku , mungkin ada kuku yg menancap d saya ... aku hanya bisa menangis dan menunduk ...ya tuhan segeralah datangkan pertolongan ,sungguh aku takut ... "kau sudah tak menurut lagi dengan ayahmu ini ,kau tak sayang lagi dengan keluargamu ,kau tak khawatir lagi dengan keselamatan ibumu "suaranya mendesis ,rahangnya yg merapat seakan menahan amarahnya yg siap meledak . "jawab mawar ...jawab aku ".. "maaf ayah ....maafkan aku "air mata ini semakin deras meluncur .entah kenapa hatiku tiba -tiba terenyuh mendengar desisanya yg di sertai seperti suara rintihan . aku mencoba memandang ke arahnya ,mataku bertemu dengan matanya yg menatap tajam kearah mataku .ku lihat air mata nya telah turun .ya tuhan kenapa hatiku seperih ini .. ingin rasanya keraih wajahnya yg sendu ,kuusap air mata itu ,sungguh tak pernah kusangka lelaki kasar ini bisa menangis . sungguh sangat bertolak belakang dengan badanya yg tegap ,suaranya yg besar dan biasanya selalu berteriak . kini seolah badan itu layu ,pundaknya yg biasa tegap kini meluruh ,tanganya yg tadi mencengkeram pundaku dengan kuat kini melemah bersama pundaknya yg mulai terguncang , tangis yg tadi d tahan kini coba lepaskan ... "kenapa kau setega ini terhadapku mawar ,kenapa kau tak bersabar sebentar lagi , bukakah aku sudah berjanji untuk mencari uang yg banyak agar aku dapat membawamu pergi dari sini . apakah kau sudah lupa "tangisnya makin menjadi ,hingga kata -kata yg terucap seperti sebuah rintihan .. kuberanikan tanganku merengkuh pundaknya ,kutatap wajahnya yg menunduk.. "maaf ayah ...kau telah menjadi ayahku ...suami dari ibuku ....ayah dari adik-adiku ...lupakan semua tentang kita ayah ...cerita kita telah selesai "ya tuhannnn ingin rasanya aku teriak ... menyuarakan apa yg ada di hatiku ...meluapkan segala yang menyesakan d**a . perih yg telah lama aku simpan dan akan aku coba lupakan kenapa kini menggores lagi ... "apa kita lari saja sekarang ,berlari sejauh mungkin agar mereka tak menemukan kita .. ya ...kita pergi sekarang ya ..." di genggamnya tanganku ,kurasakan kelembutan sentuhanya membuat hatiku terasa sejuk tapi aku aku menggeleng walau ada keinginan untuk itu . tapi aku takut ,takut menyakiti hati ibu ,nenek kakek ,lalu bagaimana dengan nasib adik bayiku tanpa ayah ... serta merta d hempaskan tanganku dari genggamanya ,matanya melotot ,muka yg tadi sendu kini mengeras lagi.. "kenapa ....kenapa kau tidak mau ..apa kau takut kelaparan ,aku akan kerja keras menghidupimu ,kenapa ...kenapa harus memikirkan keluargamu ,mereka tidak pernah memikirkan perasaan kita "dia terus berteriak ,otot di lehernya seakan ingin keluar menerjang kulitnya yg keras ... kudengar salsa mulai menangis ,mungkin dia ketakutan dengan suara ayah walau sebenarnya kami beda ruangan .kami berbicara d ruang makan yg terpisah dengan dinding walau tanpa pintu dengan ruang tivi. "apa hatimu telah berpindah ke lelaki itu ,apa karna dia lebih kaya dariku ,apa karna dia lebih rupawan dariku ....jawab jangan hanya menangis "aku terus menggeleng membantah ucapanya . cengkeraman di pergelangan tanganku semakin kuat hingga kurasakan panas dan perih d sana .. "ayah biarkan aku lihat salsa dulu ,kasihan dia menangis ,mungkin dia takut mendengar suara ayah ."aku akan melangkah keruang tengah ,sambil kuusab mataku agar salsa tak melihat kalu aku menangis , serta merta di berlutut depanku ,dia pegang kedua lututku hingga aku tak bisa lagi bergerah ... "jawab dulu maukah kau pergi denganku "suaranya melembut lagi ,hingga aku mematung di sana dan tak tau lagi apa yg harus aku perbuat , bagaimana aku harus menjawab . haruskah aku ikuti egoku .. harusnya aku ikut denganya .. akhirnya aku menggelengkan kepalaku walau bertentangan dengan suara hatiku . akhirnya dia pelan -pelan berdiri tapi tiba -tiba d cengkeramnya tanganku ... d seretnya dengan kasar menuju kamarku . "ayah ...ayah apa yg akan kau lakukan ayah ... ayah tolong ayah "sungguh aku sangat takut .kucoba melepaskan genggamanya sambil aku terus bertanya apa yg akan dia perbuat ,tapi tenagaku lagi -lagi kalah denganya ... seperti orang kesetanan di tendangnya pintu kamar yg tertutup setelah terbuka d lemparkanya tubuhku ku ranjang . kurasa badanku sakit karna terbetur dengan ranjang ,sedangkan tangisan salsa semakin keras ku dengar.mungkin dia mendengar jeritanku dan membuat dia makin ketakutan . ayah tak perduli di kuncinya pintu itu dengan tergesa . setelah pintunya terkunci dia membalikan tubuhnya menghadapku ....dia melangkah kearaku dan aku berusaha mundur dan berusaha menghindar dari tanganya yg mencoba menjamahku . kulempar apa saja yg berada d atas kasur ke arahnya . tapi sepertinya semua sia -sia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN