"ayah tolong ayah ...jangan ayah ...jangan lakukan ini terhadapku ..."aku terus mundur dan melemparkan semua yg ada d atas kasur ini kearahnya ...tetapi itu tak menyurutkan tindakan ayah .ayah tetap maju dan tak perduli dengan air mata ketakutanku ...
"kau mau inikan ....kau ingin sentuhan laki -laki kan ....apa kau sudah d sentuh olehnya ...
ayah terus berteriak dengan tanganya sibuk menjamah badanku .di cium dengan kasar bibir ini hingga terasa darah d lidahku ...
aku terus memberontak ,ingin aku berteriak tapi mulutku tertutup oleh mulutnya .
tanganku d cengkeramnya dengan tangan kirinya di atas kepalaku sedang tanganya meremas apa yg ada di dadaku ...
bibirku terasa perih ,badanku terasa remuk dan tenagaku mulai melemah tak lagi bisa melawan ...
ya tuhan tolonglah hamba ...
kirim hamba pertolongan ...
haruskah hidup hamba hancur hari ini.
lelaki itu terus melancarkan ciumanya yg semakin lama semakin brutal .entah setan apa yg ada dalam dirinya ,seolah dia tak melihat air mataku .
dia mengabaikan status kami kalau kami anak dan ayah .tiada belas kasih d robeknya baju ini dan aku hanya bisa pasrah dengan apa yg terjadi ,tenagaku telah habis dan nyawaku seakan siap untuk d cabutnya.akhirnya kepala rasanya berputar dan pandanganku pun menggelap bersamanya rasa sakit yg teramat sakit.
tok ...tok ...tok ...
"mawar apakah kau d dalam kamar ...
"mawar apa yg terjadi nak "
kudengar kedoran di pintu bersamaan dengan suara nenek dan tangis salsa yg kersa .
ku coba buka mataku yg seakan sulit dan kurasa kepalaku berat dan badanku remuk .
kakiku terasa tak bisa di gerakkan dan terasa perih di antara selangkanganku .
kulihat ada selimut menutupi tubuhku dan alangkah terkejut melihat ayah yg duduk di sebelahku sambil tersenyum tapi mata dan pipinya basah.
akhirnya dia bangkit dan d bukanya pintu dengan pelan .
"dion"
nenek terkejut dengan apa yg di lihat di depanya .
matanya melihat ke arah ayah yg tertunduk dan ke arahku yg terbaring di atas kasur .
nenek pun tergopoh masuk sambil menggendong salsa yg tangisnya mulai mereda .
di lewatinya lelaki itu ,lagi -lagi nenek menatapnya dan menatapku penuh tanda tanya .
aku hanya bisa menatapnya sambil menagis .
badanku tak bisa di gerakkan sama sekali .
"apa yg terjadi mawar ...apa yg kalian lakukan "ucap nenek pelan ,suaranya serak menahan air mata seolah nenek sudah tau akan apa yg terjadi .
tanganya menyingkap pelan selimut yg menutupi tubuhku .
"astaqfirulahh hal adzim"nenek hanya mengintip dan segera meletakan kembali selimut itu dengan cepat ,tangan itu segera menutup mulutnya sendiri agar suara tangis yang meledak tak terlalu keras .
"ya allah ada apa ini ....apa yg telah kalian perbuat "tangis nenek tersedu suaranya kian melirih menghiris hati .
ayah yg semula hanya berdiri dan menundukan wajah tiba -tiba berlutut d kaki nenek ,d ciumnya kedua lutut nenek yg sedang duduk d ranjang d sebelahku .
"maafkan saya mak .....ini semua salah saya "tangis ayah pecah lagi suaranya menghiba membuat hatiku tak karuan .
ada marah yg besar tapi juga ada kasih yg tak bisa hilang ...
aku hanya bisa menagis melihat semua yg telah terjadi dan takut dengan apa yg terjadi nanti .
bagaimana bila ibu tau suaminya telah memperkosa anaknya .
bagaimana aku harus bicara dengan mas arga .
bagaimana cara aku harus menghadapi keluarganya ,bagaimana dengan acara pernikahan kami yg sebulan lagi akan d gelar.
kulirik ke arah pintu ada kakek di sana ,melihat ke arahku dan bergantian ke nwnek dan juga ke ayah yg masih berlutut d kaki nenek .kakek hanya diam tanpa sepatah kata hanya aku dengan dia melepaskan nafas berat seakan melonggarkan dadanya yg terhimpit sesuatu.akhirnya kakekpun berlalu meninggalkan pintu kamar dan pemandangan yg pedih bila di lihat mata .
setelah pulang dari sholad jum'at d kumpulkanya kami semua d meja makan .
aku yg telah membersihkan diri dengan air hangat yg d bantu nenek ,dan telah berpakaian kembali dengan rapi .di sisirnya rambutku yg telah banyak rontok karena d jambak ayah tiriku tadi dengan pelan dan di tali dengan rapi.aku tau nenek tak tega melihat aku kesakitan terlihat dari air matanya yang terus mengalir saat membantuku bangun dan menutun kekamar mandi .dia memapah tubuhku yg tak kuat untuk berjalan karna rasa sakit yg tak kunjung hilang walau dengan meringis akhirnya selesai semua dan aku duduk di antara mereka d meja makan ini .
meja makan ini terasa mencekam seperti aku terpidana yang akan d jatuhi hukuman mati.
ada ibu dan bayinya di sana .kulihat dia menangis menunduk ,sesekali menatap aku dan suaminya bergantian .dari sorot matanya kulihat ada kemarahan di sana .
ada nenek yg matanya tetap sembab dan berair.
ada kakek yg wajahnya mengeras dan tampak kelelahan d wajahnya.
ada ayah dion yg menunduk menunjukan penyesalan .
"siapa di antara kalian yg akan cerita kepadaku akan apa yg terjadi "suara kakeh memecah kesunyian sambil melepas napas beratnya.
semua diam ,semua hanya menunduk dengan pemikiran masing-masing .
wajah kami semua lesu ,sembab dan basah oleh air mata .
"maaf pak ...saya yg salah ..saya penyebab semua ini terjadi "
"plaaakkkk"
kami semua mendongakan kepala ,tatapan kami mengarah ke arah suara yg keras tadi.
kulihat ayah dion kembali menunduk .pipinya merah karena tamparan kakek .
kakek yg awalnya berdiri ku lihat duduk kembali ,pundaknya terguncang hebat .aku tau kakek sedang menagis di sana walau tak bersuara dan wajahnya menunduk.
"bukan salahmu nak dion ,ini salahku yg tak bisa menjaga anak bapak "
"tidak bapak ...ini salah saya "serta merta ayah dion bersujut d telapak kaki kakek ,tak perduli lagi dia dengan kursi yg terguling karna kerasnya kaki itu terjatuh.kakek berusa menghindah ,tapi sayangnya karena letak kursi yg saling berhimpit hingga kakek tak bisa bergerak lagi ..