mawar yg tersia 10

670 Kata
"bagamana mawar "tanya nenek walaupun nenek sudah tau dari raut wajah cucunya kalau cucunya senang ,terpancar dari senyum yg malu"persis seperti nenek waktu d lamar kakek waktu itu "batin nenek . lamaran itu akhirnya pun tersebar ke seluruh desa .bisik -bisik para warga sekitar pun beragam ada yg bilang serasi ,karna mereka cantik dan ganteng . ada yg menyayangkan karna arga adalah putra seorang petinggi d desa kenapa harus menikah dengan mawar yang notabene seorang anak dari keluarga yg berantakan ,apalagi ibunya yg menikah dengan laki-laki yang lebih muda ,orang menganggap ningsih nikah hanya karna nafsu birahi aja tak memikirkan usianya yang sudah tua dan memiliki 2 orang putri yang harus jadi tanggunganya . suami baru ningsih pun terkenal berandal dan kerjaanya tak tentu membuat nilai negatif makin menempel ke keluarga ningsih . "kasihan ya nenek minah dan kakek tarjo sudah tua harus menanggung beban hidup anak dan cucunya ,punya anak satu gak bener kelakuanya ,untung cucunya bener jadi bisa bantu -bantu cari uang .begitulah gunjingan warga sekitar yg prihatin dengan hidup keluarga mawar. * "ya allah sudah benarkah keputusanku yg menerima lamaran mas arga ya allah,yakinkanlah hati hamba ya allah ,hilangkanlah rasa cemasku dan bimbinglah hamba tetap d jalanmu ,"do'a mawar selesai dia menunaikan sholatnya .sebenarnya mawar masih ragu atas keputusanya bukan karna tak suka dengan arga tapi memang ada yg mengganjal jauh d dalam hatinya . selain karna tingkat sosial mereka yg berbeda juga karna khawatir akan ayah tirinya yang selalu mengancam apabila dia berdekatan dengan kaum adam. * ...pyaaarr.....suara sesuatu benda yang pecah terdengar nyaring dari arah dapur . ningsih yang sedang nonton tv d ruang depatn sampai terlonjak karena begitu kerasnya suara benda itu . seketika dia teringat suaminya yang sedang berada d belakang . segera dia berlari menghampiri karna takut terjadi sesuatu kepada suaminya . walaupun suaminya temperamen tapi ningsih sangat mencintainya. walau orang bilang ningsih nikah karena syahwatnya mengingat umur mereka yg selisih 10 thn lebih ,si ningsih umur 40 tahun sedangkan dion masih 30 thn .ningsih tak pernah peduli ,walaupun dia yang harus kerja karena jarang d kasih uang belanja dia pun rela menjalaninya . "papa.....kenapa pa ....ada apa ..!!" berondong ningsih begitu tiba d ambang pintu dapur.dia begitu khawatir melihat suaminya yang duduk selonjor d atas tanah bersandar di pintu kulkas .di lihat dari raut mukanya yang memerah dan air matanya yg mengalir bagai anak sungi membuat ningsih makin khawatir. "papa kenapa pa ....apa ada yang sakit !! ningsih makin khawatir karna yang di tanya hanya menangis sampai tergugu ,seperti anak kecil yang d aniaya oleh orangtuanya begitulah kira-kira gambaran dion di depanya. bajunya basah entah oleh keringat atau alkohol yang d tenggaknya .baunya yang menyengat dan pecahan botol yang berserah memenuhi dapur kecil yang lantainya belum sempat d keramik karena tak ada biaya makin membuat ningsih bingung , pasalnya suaminya sudah lama tah pernah minum sejak dia tau kalau ningsih sedang mengandung. "jawab pa ....jangan buat aku makin bingung dong ...ada apa !!"ucap ningsih sambil menggoyang -goyangkan lengan dion yg tak merespon pertanyaanya .dion hanya menangis-menangis dan menagis ,sampai tak tau mana air liur ,mana ingus ,mana air mata semua jadi satu memenuhi muka dan merembet ke lehernya . "ini semua karna kamu ......ini semua salah kamu ....kamu yang menghancurkan hidupku ....kamu yang merampas cintaku .... kamu harus bertanggung jawab ... kamu harus menderita seperti aku ...."dion meracau sambil berteriak -teriak dalam tangisnya ...matanya yang merah menyorot tajam ke arah ningsih sedang ningsih yang d tatap hanya menatap menghiba ,pundaknya melorot sambil d hembuskanya nafas dalam ,ada penyesalan di hembusan nafasnya .ada rasa kasihan ke suaminya . untungnya bayi elang masih tertidur d depan tv sehingga tak mendengar kegaduhan papa mamanya d dapur . sedang si dion terus mengomel sambil jari tanganya menunjuk -nunjuk kemuka ningsih . ningsih yang di perlakukan seperti itu hanya bisa diam menahan sesak d dadanya ,tak terasa air matanya pun ikut meleleh d pipinya yang mulai muncul flek -flek hitam . setelah lama meracau akhirnya suara dion makin melemah dan dia pun tertidur d tanah .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN