" Vallen ya tuhan.. kau dari mana saja?" Celetuk Raja Julliant cemas saat melihat Vallen menuntun kudanya masuk melewati gerbang istana. " Jalan jalan." Jawabnya singkat. " Kau tahu kondisimu belum pulih, kenapa kau tidak memintaku menemanimu?". Raja Julliant memegang lengan putranya itu khawatir. " Ayah tolonglah, kenapa kau jadi sesensi ini sekarang. Memalukan." Celetuk Vallen melepas genggaman Raja Julliant lalu beranjak begitu saja. Namun... Langkahnya terhenti saat berpapasan dengan Anthonius didepan pintu masuk istananya. Pemuda itu menunduk hormat dengan penuh khidmad. Sementara Vallen.. Dia menatapnya lekat, tatapan yang sulit diartikan. Alis hitamnya bertaut... " Anthonius ( Vallen tersenyum datar) kau sudah tumbuh besar rupanya." Ucapnya membuat pemuda itu seolah tercekat

