Gara-gara itulah, aku sadar bahwa ternyata mengundurkan diri juga bukan perkara mudah. Tetap saja teror terus berlanjut. Sudah beberapa hari ini, rumahku kedatangan banyak tamu tak diundang. Ada-ada saja ulah orang-orang RedemIllumination untuk mengawasi gerak-gerikku. Dari mana aku tahu itu dari mereka? Oh, ya Tuhan, aku tahu kali. Aku sudah lama di sana. Sudah hampir delapan tahun sejak magang kali pertama. Tak hanya dari mereka, ada juga beberapa orang mencurigakan yang lalu lalang di depan rumahku. Terlebih ada beberapa anak kecil yang dipandu oleh pemuda kurus dan berambut cepak menyebalkan yang duduk di selokan air yang ada di rumah seberang rumahku. Gelagatnya sih tengah mencari ikan. Tapi setelah aku sadar itu bukan. Beberapa hari kemudian Sylvie menghubungiku bahwa mereka tak sed

