Semenjak adanya kasus kematian Dewi Anggraini, para lelaki Desa Ramah Tamah pada nolak dijadwalkan meronda pada malam Jum’at. Alasan mereka macam-macam, ada yang mau yasinan, pergi ke luar rumah main ke saudara, mengantuk, lemas kaki, encok, pusing, sampai alasan ingin menjalankan sunnah Rosul, kalau enggak, istri di rumah ngambek. Random sekali alasan mereka itu. Namun tugas tetap harus dijalankan, kalau bukan warga desa lalu siapa lagi yang bertugas meronda. Akhirnya Pak RT memutuskan setiap malam Jum’at, maka yang bertugas dia sendiri, bersama Kiayi Safi’i dan juga Danang sebagai asistennya. “Apa Kiayi juga mau menjalankan Sunnah Rosul?” tanya Danang cengengesan, memang rada kurang sopan lelaki itu, senangngya menggoda orangtua. Tetapi Kiayi malah menanggapi, kalau dia sudah menjalank

