“Pokoknya itu demit harus diusir dari desa kita, Pak. Itu demit sudah banyak makan korban. Kita harus cari dukun yang bisa usir demit sialan itu, Kiayi aja gak bisa usir, kali dukun berhasil.” Pak Sholihin masih sabar mendengar ocehan Danang sejak pagi di rumah, tentang tekatnya ingin mengusir hantu di desa mereka. Kejadian tadi malam cukup membuatnya kapok, dia pikir Linda ternyata setan cantik. “Gak usah lah main dukun-dukunan, Nang. Percuma. Kalau ada mah saya dari kemarin juga sudah panggil ke desa kita buat usir itu demit iseng.” Pak Sholihin menyandarkan punggungnya di sofa ruang tamu. Danang duduk di seberangnya, masih terlihat syok, dan juga mengantuk. “Saya sih ada tau dukun yang sakti bisa tangkep hantu, tapi tempatnya jauh, di Desa deket lereng gunung sana. Menurut Bapak gima

