31. Nyaris!

1902 Kata

Sepagi dan sesiangan ini, senyum terus menghiasi wajah Marwa. Sejak Haryo menyatakan cintanya pagi tadi, hatinya berbunga-bunga. Dunia menjadi cerah. Setiap detik suara saat Haryo menyatakan cinta terngiang di telinganya. Seperti lirik lagu lawas yang ciptakan oleh almarhumah Eyang Titiek Puspa, jatuh cinta ternyata memang berjuta rasanya. Saat visit pagi, ia menghadapi setiap pasien dengan kesabaran luar biasa. Mendengarkan keluhan mereka dengan saksama, bahkan saat ada satu-dua keluarga pasien yang bertanya dengan nada nyinyir, ia tetap tersenyum sabar. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tenang dan bijak. Tidak sedikit pula pasien yang curhat soal masalah keluarga atau kesepian yang mereka rasakan. Ia mendengarkannya seperti seorang sahabat, bukan hanya dokter. Suster Erna yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN