BAB 9

1541 Kata

Siang ini Sam mengajakku bertemu di ruang kosong kelas arkeologi. Aku agak takut, aku takut Sam mengamuk di sana. Aku juga takut dia merobek kembali kulitnya dengan pisau. Ini mengerikan! Aku tidak ingin melihat dia seperti itu lagi. Aku harus mencegahnya. Dengan langkah terburu-buru aku menuju ruang kosong kelas arkeologi. “Sam,” panggilku setelah sampai di ruang kosong, tepat di depan Sam. “Vanessa,” ujarnya dengan senyum yang tampak bahagia. “Aku punya sesuatu untukmu.” Sam menghampiriku dan mengeluarkan sesuatu dari tangannya yang disembunyikan dibalik punggungnya. Kalung. Sam memakaikan kalung itu di leherku dari arah belakang. Kalung berwarna silver dengan bandul berbentuk liontin berlian. Aku menatap liontin itu lekat. Tampak sederhana tapi terkesan mewah. Dari mana Sam mendapat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN