Masa Orientasi berakhir begitu pula dengan pergembelan. Setelah kejadian kemarin gue telat berujung pingsan, hari ini kudu and wajib datang pagi.
Kebetulan pemakaian atribut hanya sampai kemarin, hari ini akan ada kelulusan MOS.
Pagi ini gue bawa motor sendiri, biar enggak ribet.
Setelah bersiap, gue turun sarapan.
Sampai dimeja bang Dean kaget melihat gue yang sudah memakai seragam.
"Lahh loe udah sekolah Re, udah enakan."
"Apaan sih bang orang cuma kliyengan kemaren ituu."
"Jangan maksa ya Re, mama takut kamu jatuh sakit kecapean pas orientasi."potong mama.
"Emang Rean kenapa ma."tanya papa
"Tanya anaknya mama juga enggak paham."jawabnya.
"Kemaren Rean telat pa, terus dihukum lari 7 putaran sesuai menit telatnya. trus pingsan soalnya Re gak sarapan."jawabku.
"Begadang mulu kamu, tauk rasa sekarang."ceplos papa, membuat bang Dean tertawa puas.
Gue yang ditertawakan melotot pada abang laknat gue itu, nyatanya dia masih tetep ngakak.
"Ya udah Rean berangkat dulu, takut telat dihukum lagi." pamit gue.
"Hemmmb."
"Hati-hati Re."
Gue bergegas menaiki motor gue, langsung tancap gas.
Saat masuk pintu gerbang gue melihat Messy tengah ngobrol dengan temen sekelas gue. Entah siapa gue belum hafal.
Kumasukan motor gue ke parkiran, lalu masuk ke dalam kelas.
Sampai di depan kelas, gue lihat sudah ada Dion dibangku sebelah gue, dan Irwan depan gue.
"Hai gaes, lama tak jumpa."sapa gue
"Iyaa semenjak negara api menyerang perjumpaan kita."balas Ilham.
"Udah enakan loe Re."sahut Alvin, sedangkan Dion memperhatikan kami.
Dion ini bukannya enggak care sama temen, tapi gue tau kalau emang sifatnya agak pendiam dan dingin-dingin tak tersentuh.
"Gue cuma pingsan gara-gara lupa sarapan terus lari 7 putaran. bukannya kena hepatitis yahh."jawabku.
Mereka tergelak mendengar jawaban gue, yang gue tahu kedua sahabat gue paham dengan kondisi gue.
"Iyaa iyaa gue tau elo gak mungkin sampek ambruk kalau enggak ada alasan."jawab ilham.
"Trus abis ini ada acara apaan."
"Penutupan, pertunjukan bakat aja sih Re, dan kita ajuin buat ngisi."jawab Alvin
"ehmm it's okay, we'll do it." jawabku
"Emang mau ngapain kita.??" tanya Dion
"Ngeband, elo bisa kan main gitar, Rean vokal, gue drum si Al bassist."sahut ilham.
"Okay.."
"mau nyanyi apa kita."tanya Alvin
"Ada ide, gue okay aja."jawabku.
Kita terdiam sejenak, memikirkan lagu apa yang akan kita tampilkan.
Akhirnya kita menampilkan dua lagu dengan genre berbeda.
Kini Bel masuk pendamping kelas gue juga udah masuk.
"Pagi guys, masih tetap semangat kan. Harus dong biar hari ini kita enjoy the party."
"Okay karena acara bakat akan dimulai jam delapan nanti sekarang kalian boleh latihan dulu. Nanti ada yang ngeband kan boleh tau mau nyanyi apaan.?"
"Rahasimen dong kak, biar surprise."sahut ilham mengundang gelak tawa sekelas.
Akhirnya kami sekelas membubarkan diri, gue dan temen-temen langsung menuju ruang musik untuk latihan. Grup band kita tampil sekitar pukul 10 itu tandanya pertengahan acara kita baru tampil, masih ada banyak waktu buat latihan.
Tiba giliran grup gue tampil, kita naik ke panggung di gedung basket indoor.
"Selamat siang semua kita dari grup kelas 1-1, so enjoy it." Ucap gue, lalu kutoleh ketiga sahabat gue dan memainkan musik.
*
Suara motor itu semakin mendekat
Kamu abaikan sapanya
Dia berupaya mencari senyummu
Dengan rayuan yang pelik
Waktu demi waktu pun berlalu
Keinginanmu mulai tumbuh
Biar dia merindukanmu sendiri oh
Jangan resah dia pasti pikirkanmu
Walau kau tak tahu
Hingga di ujung malam
Engkau menyusuri jalan bersamanya
Dikala dinginnya senja
Hanya berduaan tanpa tahu tujuan
Bahkan tidak mau tahu
Namun sudah saatnya untuk pulang
Tak ingin kau akhiri hari itu
*
Lagu pertama kita Rindu Sendiri lagunya Iqbal Ramadhan mengalun.
Dan menyambung tampilan kedua kita.
*
Oh-yeah
Oh-yeah
So scared of breaking it
That you won't let it bend
And I wrote two hundred letters
I will never send
Sometimes these cuts
Are so much deeper then they seem
You'd rather cover up
I'd rather let them bleed
So let me be
And I'll set you free, oh-yeah
I am in misery
There ain't nobody
Who can comfort me, oh-yeah
Why won't you answer me?
The silence is slowly killing me, oh-yeah
Girl you really got me bad
You really got me bad
Now I'm gonna get you back
I'm gonna get you back
Your salty skin and how
It mixes in with mine
The way it feels to be
Completely intertwined
Not that I didn't care
It's that I didn't know
It's not what I didn't feel
It's what I didn't show
So let me be and I'll set you free
I am in misery
There ain't nobody
Who can comfort me, oh-yeah
Why won't you answer me?
The silence is slowly killing me, oh-yeah
Girl you really got me bad
You really got me bad
Now I'm gonna get you back
Now I'm gonna get you back, yeah
You say your faith is shaken
And you may be mistaken
You keep me wide awake
And waiting for the sun
I'm desperate and confused
So far away from you
And I'm getting near
I don't care where I have to run
Why do you do
What you do to me, yeah
Why won't you answer me
Answer me, yeah
Why do you do
What you do to me, yeah
Why won't you answer me
Answer me, yeah
*
Misery milik maroon 5.
Semua penonton ikut bernyari bersama alunan musik dari band kami.
Gue lihat ada Messy dan Teman-temannya pun ikut bernyanyi.
"Terima kasih sudah menonton, semoga kalian suka."sahutku.
"lagi dong"
"1lagu lagu dong guys"
"Yah kok udahan sih."
Begitulah sahutan-sahutan dari bawah panggung gue dengar. Sabodoh lahh dikira gue manggung apa mo nyanyi banyak-banyak.
Dari belakang panggung Pihak OSIS menemui kita, bermaksud untuk meminta nyanyi lagi.
Beruntung ada panitia dari Acara itu menolak karena waktunya tidak akan cukup mengingat banyak yang berminat sama band gue.
"Gila aja disuruh nambah lagu dikira konser apa kita."sahut Ilham.
"Yakali kalo dibayar kita buang keringet dikit."celetuk Alvin, gue dan Dion hanya tersenyum getir.
"Ya kapan-kapan kita manggung dikafe biar dapet duit."ceplos gue, mereka bertiga kompak melirik dan menaikan dahinya.
"Apaa, kan lumayan sapa tau ada yang butuh tambahan jajan." lanjutku, gue lihat Dion nampak berfikir keras namun tak bergeming sedikitpun.
Setelah acara bakat berakhir gue dan teman-teman menuju ke kantin untuk mengisi perut, karena yang gue tahu penampilan selanjutnya hanya ada dance-dance dan drama yang bakalan bikin gue bosen tingkat tinggi.
Acara penutupan MOS cukup berkesan sih buat gue dan teman-teman, disamping kita menunjukan bakat masing-masing, tapi juga menambah kedekatan diantara kita berempat, bagi Dion tentunya.