Berakhir sudah

1055 Kata
Masa Orientasi berakhir begitu pula dengan pergembelan. Setelah kejadian kemarin gue telat berujung pingsan, hari ini kudu and wajib datang pagi. Kebetulan pemakaian atribut hanya sampai kemarin, hari ini akan ada kelulusan MOS. Pagi ini gue bawa motor sendiri, biar enggak ribet. Setelah bersiap, gue turun sarapan. Sampai dimeja bang Dean kaget melihat gue yang sudah memakai seragam. "Lahh loe udah sekolah Re, udah enakan." "Apaan sih bang orang cuma kliyengan kemaren ituu." "Jangan maksa ya Re, mama takut kamu jatuh sakit kecapean pas orientasi."potong mama. "Emang Rean kenapa ma."tanya papa "Tanya anaknya mama juga enggak paham."jawabnya. "Kemaren Rean telat pa, terus dihukum lari 7 putaran sesuai menit telatnya. trus pingsan soalnya Re gak sarapan."jawabku. "Begadang mulu kamu, tauk rasa sekarang."ceplos papa, membuat bang Dean tertawa puas. Gue yang ditertawakan melotot pada abang laknat gue itu, nyatanya dia masih tetep ngakak. "Ya udah Rean berangkat dulu, takut telat dihukum lagi." pamit gue. "Hemmmb." "Hati-hati Re." Gue bergegas menaiki motor gue, langsung tancap gas. Saat masuk pintu gerbang gue melihat Messy tengah ngobrol dengan temen sekelas gue. Entah siapa gue belum hafal. Kumasukan motor gue ke parkiran, lalu masuk ke dalam kelas. Sampai di depan kelas, gue lihat sudah ada Dion dibangku sebelah gue, dan Irwan depan gue. "Hai gaes, lama tak jumpa."sapa gue "Iyaa semenjak negara api menyerang perjumpaan kita."balas Ilham. "Udah enakan loe Re."sahut Alvin, sedangkan Dion memperhatikan kami. Dion ini bukannya enggak care sama temen, tapi gue tau kalau emang sifatnya agak pendiam dan dingin-dingin tak tersentuh. "Gue cuma pingsan gara-gara lupa sarapan terus lari 7 putaran. bukannya kena hepatitis yahh."jawabku. Mereka tergelak mendengar jawaban gue, yang gue tahu kedua sahabat gue paham dengan kondisi gue. "Iyaa iyaa gue tau elo gak mungkin sampek ambruk kalau enggak ada alasan."jawab ilham. "Trus abis ini ada acara apaan." "Penutupan, pertunjukan bakat aja sih Re, dan kita ajuin buat ngisi."jawab Alvin "ehmm it's okay, we'll do it." jawabku "Emang mau ngapain kita.??" tanya Dion "Ngeband, elo bisa kan main gitar, Rean vokal, gue drum si Al bassist."sahut ilham. "Okay.." "mau nyanyi apa kita."tanya Alvin "Ada ide, gue okay aja."jawabku. Kita terdiam sejenak, memikirkan lagu apa yang akan kita tampilkan. Akhirnya kita menampilkan dua lagu dengan genre berbeda. Kini Bel masuk pendamping kelas gue juga udah masuk. "Pagi guys, masih tetap semangat kan. Harus dong biar hari ini kita enjoy the party." "Okay karena acara bakat akan dimulai jam delapan nanti sekarang kalian boleh latihan dulu. Nanti ada yang ngeband kan boleh tau mau nyanyi apaan.?" "Rahasimen dong kak, biar surprise."sahut ilham mengundang gelak tawa sekelas. Akhirnya kami sekelas membubarkan diri, gue dan temen-temen langsung menuju ruang musik untuk latihan. Grup band kita tampil sekitar pukul 10 itu tandanya pertengahan acara kita baru tampil, masih ada banyak waktu buat latihan. Tiba giliran grup gue tampil, kita naik ke panggung di gedung basket indoor. "Selamat siang semua kita dari grup kelas 1-1, so enjoy it." Ucap gue, lalu kutoleh ketiga sahabat gue dan memainkan musik. * Suara motor itu semakin mendekat Kamu abaikan sapanya Dia berupaya mencari senyummu Dengan rayuan yang pelik Waktu demi waktu pun berlalu Keinginanmu mulai tumbuh Biar dia merindukanmu sendiri oh Jangan resah dia pasti pikirkanmu Walau kau tak tahu Hingga di ujung malam Engkau menyusuri jalan bersamanya Dikala dinginnya senja Hanya berduaan tanpa tahu tujuan Bahkan tidak mau tahu Namun sudah saatnya untuk pulang Tak ingin kau akhiri hari itu * Lagu pertama kita Rindu Sendiri lagunya Iqbal Ramadhan mengalun. Dan menyambung tampilan kedua kita. * Oh-yeah Oh-yeah So scared of breaking it That you won't let it bend And I wrote two hundred letters I will never send Sometimes these cuts Are so much deeper then they seem You'd rather cover up I'd rather let them bleed So let me be And I'll set you free, oh-yeah I am in misery There ain't nobody Who can comfort me, oh-yeah Why won't you answer me? The silence is slowly killing me, oh-yeah Girl you really got me bad You really got me bad Now I'm gonna get you back I'm gonna get you back Your salty skin and how It mixes in with mine The way it feels to be Completely intertwined Not that I didn't care It's that I didn't know It's not what I didn't feel It's what I didn't show So let me be and I'll set you free I am in misery There ain't nobody Who can comfort me, oh-yeah Why won't you answer me? The silence is slowly killing me, oh-yeah Girl you really got me bad You really got me bad Now I'm gonna get you back Now I'm gonna get you back, yeah You say your faith is shaken And you may be mistaken You keep me wide awake And waiting for the sun I'm desperate and confused So far away from you And I'm getting near I don't care where I have to run Why do you do What you do to me, yeah Why won't you answer me Answer me, yeah Why do you do What you do to me, yeah Why won't you answer me Answer me, yeah * Misery milik maroon 5. Semua penonton ikut bernyari bersama alunan musik dari band kami. Gue lihat ada Messy dan Teman-temannya pun ikut bernyanyi. "Terima kasih sudah menonton, semoga kalian suka."sahutku. "lagi dong" "1lagu lagu dong guys" "Yah kok udahan sih." Begitulah sahutan-sahutan dari bawah panggung gue dengar. Sabodoh lahh dikira gue manggung apa mo nyanyi banyak-banyak. Dari belakang panggung Pihak OSIS menemui kita, bermaksud untuk meminta nyanyi lagi. Beruntung ada panitia dari Acara itu menolak karena waktunya tidak akan cukup mengingat banyak yang berminat sama band gue. "Gila aja disuruh nambah lagu dikira konser apa kita."sahut Ilham. "Yakali kalo dibayar kita buang keringet dikit."celetuk Alvin, gue dan Dion hanya tersenyum getir. "Ya kapan-kapan kita manggung dikafe biar dapet duit."ceplos gue, mereka bertiga kompak melirik dan menaikan dahinya. "Apaa, kan lumayan sapa tau ada yang butuh tambahan jajan." lanjutku, gue lihat Dion nampak berfikir keras namun tak bergeming sedikitpun. Setelah acara bakat berakhir gue dan teman-teman menuju ke kantin untuk mengisi perut, karena yang gue tahu penampilan selanjutnya hanya ada dance-dance dan drama yang bakalan bikin gue bosen tingkat tinggi. Acara penutupan MOS cukup berkesan sih buat gue dan teman-teman, disamping kita menunjukan bakat masing-masing, tapi juga menambah kedekatan diantara kita berempat, bagi Dion tentunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN