Kacau

927 Kata
Hari ini kesekian kalinya gue pake atribut gak guna, yang udah bikin bad mood beberapa hari selama disekolah. Last day dua kata yang gue nanti-nanti dari kemarin. Gue bangun agak kesiangan nyaris 6.30, butuh waktu bersiap 10 menit biar toa emak sama deano gak mode on. Bahaya bisa meledak telinga gue kalau sampek kejadian. Braaakk. Braakkkkk "Udin bangun buruan gue tinggal loe yahh." * * Nahhh kan keluar toa berbahayanya si dean. "Bentaaaar elah masih pake baju." jawabku padahal masih di kamar mandi gue nya. "Buruaan onta gue ada jam pagi nihh. 5menit gak pake nawar." Damnn...Emang dasar abang onta bikin kesel. Setelah selesai memakai seragam gue terburu turun biar si emak gak ikutan teriak-teriak. "Yukk bang berangkat." ajak gue "loe gak sarapan dulu." jawabnya. "Ogah keburu telat entar." "makanya jangan begadang, udah tau masih MOS, kena hukuman tau rasa elo." "Sudah-sudah nih Re mama bekalin, buruan berangkat keburu telat."potong mama, tumbenan nggak pake ngomel dulu. * * Sesampainya di sekolah waktu menunjukan 7.07 menit, Telat tujuh menit. Masa bodoh dehh yang penting nyampek selamat. Gue menghela nafas panjang saat gue berkumpul dengan para siswa yang akan mendapatkan hukuman. Berhadapan dengan Tim Tatib, siapa lagi ketuanya kalau bukan si Denny. "Sudah tau masing-masing kesalahannya apa, jadi persiapkan untuk menjawab satu persatu." ucap Denny "Kamu kesalahan kami apa sampai ikut dalam barisan ini." Teriaknya saat giliran gue tiba "Telat tujuh menit kak." jawab gue. "Oke loe ambil undian hukuman sana di depan." ucapnya mengarahkan gue pada box yang sudah terisi dengan notice hukuman untuk para pelanggar. Inilah bedanya sekolah gue dengan sekolah yang lainnya. Hukuman saat MOS disini diterapkan tertib dan adil, berat atau ringan hukumannya berdasarkan apa yang dia pilih. Sehingga tidak akan ada hukuman yang diluar nalar yang tidak manusiawi. Doble Dammmm. gue dapat hukuman lari sejumlah waktu lama gue telat. Itu artinya lari 7 putaran Halaman sekolah, mana gue belum sempat sarapan. Gue pasrah menjalani hukumannya, kalau urusan fisik sebenarnya sepele bagi gue, masalahnya gue belum sarapan fisik gue seolah tak berdaya hingga putaran ke 6 gue merasa kaki lemas dan pandangan gue gelap. * ~ Setelah lamanya 4jam gue terlelap, gue tersadar dan mendapati sedang berada diruangan serba putih di UKS sepertinya. "Heeii bro dah bangun loe, loe sakit sampek pingsan."Tanya Irwan sahabat gue yang menunggu sejak dari jam istirahat. "Pusing gue, belom sarapan soalnya." jelas gue. "Yaudahh istirahat aja ni makan bekal loe, gue ambil di tas loe." ucapnya gue nerima kotak makan gue. "Bang Dean otwe kesini, tadi di telp sama kesiswaan."lanjutnya "Apaa, lhaa kok bisa sihh." kataku sedikit berteriak. "Yahh elo gak bangun-bangun Rean, makanya kesiswaan panic, palingan elo dipulangin." Jelasnya. Gue sebenarnya seneng banget bisa cepet pulang, udah males pake barang2 s****n ini. Saat sedang merebahkan badan sekilas gue lihat Messy lewat berjalan beriringan dengan Kak Denny. Ohh Tuhan kenapa pakek lewat sini segala sihh, batin gue. Sambil menunggu bang Dean gue coba memejamkan mata, namun usaha gue gagal karena masih terbayang dengan kebersamaan Messy dan Denny. Belum 5 menit memejamkan mata, bang Deano datang dan langsung menggoyangkan badan gue. "Re, loe kenapa. ke Rumah sakit yuk." katanya lirih "Yaelahh bang gak kenapa-kenapa, pusing aja kok." " Lhaa tuhh bibir pucet banget Re." "Serius bang cuma pusing doang." "Yaudah pulang yuk udah gue ijinin ko." "Hemmmb."sahutku singkat. * * Bang Deano merupakan alumni sekolah ini, jadi dia masih dikenal oleh guru-guru sekolah gue. Saat keluar dari UKS menuju parkiran, gue sempat melambai pada para sahabat gue dikelas. Gue juga sempat melihat Messy sedikit terkejut melihat gue tengah berjalan di bopong seseorang yang mungkin dia tidak tahu bahwa sedari pagi gue di UKS. * * "Mama belum tau kan bang kalau elo jemput gue" tanya ku dia hanya menggeleng. "Berarti surprise dong." lanjut gue "Yeee bocah demen banget bikin khawatir orang tua." ucapnya "Enggak gitu bang, loe tau kan emak rempong." "Hemmmmbbh" sahutnya singkat ======= Sesampainya dirumah kami disambut oleh mama yang sedang berkumpul dengan teman arisannya. "Hahhhhh, Ramek dahh Bang." ucap gue mengundang gelak tawa bang Dean. "Heboooh dunia arisan mama ini Re, yang sabar yahh." Aman dari hari terakhir malah jatuh ke lubang gosip teman-teman mama. Secara grup arisan mama ini merupakan ibu2 kompleks, mungkin saat ini hanya sekitar 10-15 orang saja, tapi bukan berarti hidup gue bebas dari para emak-emak nusantara. "Lhaa De, Rean kok udah pulang ada apa ini." teriak mama heboh, mengundang tatapan dari para ibu kompleks. "Rean sakit nak, kok pucet gitu." lanjutnya "Duhhh sini sayang tante pijitin, pusing yahh mumet sini-sini duduk sebelah tante." ucap tante Asti rumahnya bersebelahan dengan kami. "Enggg nggak usah tante tadi udah minum obat di UKS kok." "Emang kenapa dek, bisa kayak gitu."tanya teman ma2 yang lain. "Gpp kok tan, cuma lupa sarapan aja, ehhm Rean masuk kamar dulu yahh." pamit gue sopan sedangkan abang gue sudah tidak ada batang hidungnya, mungkin dia sudah kabur saat gue sedang di interogasi oleh tetangga. Hemmm emang dasar abang gak ada akhlak. batin gue. "Sini dulu dong dek sama tante, buru-buru amat. Dulu pas masih kecil kan sering ikut gabung sama tante-tante. Sekarang udah besar yahh mana cakep lagi."ucap tante Desi rumahnya tepat diblok belakang rumah gue yang menarik tangan gue untuk duduk sebelahnya. "Udah punya pacar belum Re, nihh sapa yang punya anak gadis mau besanan sama bu Rita buruan di resmiin." lanjutnya. °°°••... Nahh kan ribet dahh, kalau udah sesi perjodohan gini gue bisa apa coba. Mungkin abang gue didalem udah ketawa puas dengarnya, jangan tanya ma2 dia cuma senyam senyum pasrah sama celetukan temen-temennya. Aseli gue pengen kabur aja pergi ke planet pluto sekalian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN