Naufal sedang tersenyum sambil menikmati pemandangan matahari sore yang sangat indah, tangannya memeluk pinggul Ariella, namun tatapan mata Ariella berangsur-angsur berubah dari tatapan malu-malu menjadi dingin. Krek! "Aah!" Naufal melepaskan tangan yang memeluk pinggul Ariella dan mengibaskan tangan kanannya yang baru saja dipelintir oleh Lia kecil. Benar-benar sialan! umpat Naufal dalam hati. "Jaga tanganmu," ujar Lia kecil dingin. Naufal melirik ke arah Lia kecil. "Aku menjaga tanganku agar sopan … kamu terlalu kasar padaku," balas Naufal. "Jika merasa demikian, silakan putus hubungan dengan gadis bodoh itu," ujar Lia kecil. Naufal sambil memijat pergelangan tangannya, dia menggelengkan kepala. "Tidak akan." Lia kecil agak mendengus pelan, dia berbalik dan meninggalkan Naufal se

