“Maafkan aku karena aku kurang tangkas dalam menjagamu, Jingga.” –Biru *** “ARGH!” Gadis itu memekik kencang, sementara dua temannya melongo memandangi Hesti yang kesakitan. Kesempatan itu digunakan Lana untuk lagi-lagi membalikkan keadaan, ia memutar kedua tangannya sehingga tangan teman-teman Hesti turut terputar dan terpelintir yang membuat tangan Lana mudah terlepas dari cengkraman dua b***k Hesti. Lalu, ia menyikut dagu Lexy dan Niken dengan tangan kanan dan tangan kirinya. Terdengar suara gigi yang beradu kencang. Hesti yang terjatuh tak kehabisan akal untuk menyerang Lana, kaki gadis itu masuk ke antara pergelangan kaki Lana, mengapitnya, lalu memutar badannya sehingga Lana lagi-lagi tersungkur. Sikunya terbentur kencang pada kerikil yang runcing, sehingga menyebabkan luka. Lan

