Part 16

1236 Kata
Zanna tiba di kantor Steve. Ia melangkahkan kakinya masuk ke perusahaan besar tersebut dengan hati yang berbunga-bunga. Zanna naik ke lantai paling atas menggunakan lift. Setelah sampai, ia menuju ruangan Steve berada. Sebelum bertemu dengan ruangan Steve, Zanna terlebih dahulu menemukan meja sekretaris Steve. “Hei” sapa Zanna Sekretaris itu menoleh pada Zanna dan terlihat dahinya yang berkerut seperti berusaha mengingat sesuatu. “Calon istri pak Steve?” tanya sekretaris itu Zanna tersenyum bangga. “Iya nih” jawab Zanna “Selamat datang bu..” ucap sekretaris itu menggantung karena tidak mengatahui nama Zanna “Zanna. Nama saya Zanna” ucap Zanna memperkenalkan diri “Selamat datang bu Zanna, ada yang bisa saya bantu?” tanya sekretaris itu “Saya mau ketemu Steve” jawab Zanna “Maaf bu, pak Steve sedang meeting. Apa ibu mau menunggu di ruangan bapak?” tanya sekretaris itu ‘Meeting ya?’ batin Zanna “Lama gak?” tanya Zanna “Baru saja di mulai bu, sepertinya masih lama” jawab sekretaris itu Zanna diam sejenak memikirkan harus menunggu atau tidak. “Yaudah deh, saya nunggu aja di dalam” ucap Zanna memutuskan “Baik bu, silahkan” ucap Sekretaris itu sambil mengantar Zanna masuk ke ruangan Steve lalu keluar setelah selesai mengantar Zanna Zanna duduk di sofa ruangan itu, baru beberapa menit ia sudah mulai bosan. Zanna beralih mengeluarkan ponselnya untuk mencegah kebosanan. Setengah jam berlalu, Steve tidak kunjung datang. Zanna mengusap matanya yang mulai terasa perih karena melihat ponsel untuk waktu yang lama. Zanna menghentikan kegiatan bermain ponselnya dan melihat sekeliling ruangan. Meja Steve tampak berantakan. ‘Pengen rapihin, tapi entar disemprot lagi’ batin Zanna mendengus ‘Kok sekretarisnya gak beresin meja ya?’ batin Zanna mulai bertanya ‘Apa pernah kena marah juga?’ batin Zanna bertanya lagi Zanna menghembuskan nafasnya berat. Ia bosan. Sangat bosan. Zanna mulai menidurkan badannya di sofa dengan tenang. Sambil menutup mata untuk merasa tenang, rasa ngantuk menghinggapi Zanna. Zanna tidak ambil pusing dan memilih untuk tidur saja. ********* Steve selesai dari rapatnya. Ia segera kembali ke ruangannya. “Maaf, pak” ucap sekretarisnya “Kenapa?” tanya Steve “Ibu Zanna sudah ada di dalam sejak lama” jawab sekretaris “Ngapain?” tanya Steve “Mau ketemu bapak” jawab sekretaris Steve hanya diam dan segera masuk ke ruangannya. Matanya menemukan Zanna yang sedang tertidur dengan tenang. Steve menghembus nafas pelan. Ia membuka jasnya lalu menutupi bagian paha Zanna yang sedikit terbuka karena Zanna menggunakan rok pendek. Sambil jongkok berhadapan dengan Zanna, Steve menatap sebentar wajah Zanna yang sudah lama ingin ia lihat dengan teliti. Tanpa sadar, Steve tersenyum tipis sebelum akhirnya Zanna bergerak membalik arah dan membuat Steve cepat-cepat menuju mejanya. ‘Gue kira dia bangun’ batin Steve lega Steve duduk di kursinya untuk mengerjakan beberapa berkas yang harus diselesaikan hari ini juga. Sekitar beberapa menit kemudian, Zanna membuka matanya. Ia mengusap wajahnya sambil mengambil posisi duduk. Zanna menoleh dan terkejut melihat Steve yang tengah serius menatap layar laptopnya. ‘S-sejak kapan dia ada di sini?’ batin Zanna ‘Duh wajah tidur gue tadi jelek gak ya? Gue ngorok gak ya?’ batin Zanna sambil memeriksa wajahnya di layar ponselnya Zanna tersadar dengan jas hitam yang ada padanya. Zanna segera melihat Steve, kemudian ia tersenyum. ‘Duh kan gue makin baper kalau dia perhatian gini’ batin Zanna Zanna mengatur ekspresinya untuk terlihat biasa saja, kemudian ia bangkit berdiri. “Nih” ucap Zanna sambil memberikan jas itu pada Steve Steve menerima dengan wajah datar dan langsung memakai jas itu. “Terima kasih banyak bapak Steve” ucap Zanna “Jangan ganggu gue” tegur Steve “Aku udah nunggu dari tadi loh” ujar Zanna Steve diam tidak menanggapi. “Kamu masih lama gak?” tanya Zanna “Hm” jawab Steve “Yaudah deh aku nunggu” ucap Zanna sambil melangkah kembali menuju sofa “Gue sampai malam di sini” ucap Steve membuat langkah Zanna terhenti “Yah, padahal aku mau ngajak makan bareng” balas Zanna sedih “Makan sendiri aja” saran Steve “Aku kan udah nunggu lama, masa gak ada hasilnya?” tanya Zanna “Yang suruh lo nunggu gue siapa?” tanya Steve “G-gak ada sih” jawab Zanna “Ya udah, berarti bukan salah gue” ujar Steve Zanna mengerucutkan bibirnya. “Aku boleh nanya gak?” tanya Zanna Steve menatap tajam Zanna. “Satu pertanyaan aja” bujuk Zanna “Hm” jawab Steve dingin “Kamu kapan ada waktu free?” tanya Zanna “Gak ada” jawab Steve “Ha? Gimana?” tanya Zanna “Gue gak ada waktu free, gue sibuk” jawab Steve Zanna menatap Steve dengan tatapan tidak percaya. “Aku tanya ke sekretaris kamu aja deh, pasti dia tahu jadwal kamu” ucap Zanna sambil melangkah pergi “Tunggu” ucap Steve membuat Zanna memberhentikan langkahnya Zanna tersenyum miring kemudian berhenti tersenyum sebelum akhirnya membalikkan badannya menghadap Steve. Steve memijat keningnya yang mendadak terasa sakit. Ia merasa lelah jika harus berdebat dengan gadis yang berada dihadapannya ini. “Akhir pekan” ucap Steve “Apanya?” tanya Zanna “Free time” jawab Steve “Serius?” tanya Zanna Steve mengangguk. ‘Yes!’ batin Zanna senang “Lebih baik lo pulang deh sekarang” ucap Steve “Jadi kita gak makan bareng nih?” tanya Zanna “Gak ada waktu kalau harus ke luar” jawab Steve “Oh, jadi ngode nih?” tanya Zanna Steve menyerngitkan dahinya. “Ngode apa?” tanya Steve “Ngode minta dibawain makanan” jawab Zanna “Engga-“ “Oke, besok aku bakalan ke sini lagi sambil bawain makanan” ucap Zanna memotong ucapan Steve “Gak us-“ “Kamu mau dimasakin apa?” tanya Zanna “Gue bilang gak-“ “Bebas nih jadinya?” tanya Zanna Kali ini Steve diam. “Bebaskan mau dimasakin apa aja?” tanya Zanna lagi “Lo di bilangin gak-“ “Oke, bebas berarti kan? Bye-bye, aku pulang dulu” pamit Zanna sambil bergegas pergi Steve menatap kepergian Zanna. ‘Terserah dia aja lah’ batin Steve ******* Zanna sudah tiba di lantai bawah dan tidak sengaja bertemu dengan Alex. “Hai” sapa Zanna Alex hanya membalas dengan senyuman. “Lo mau balik atau baru sampai di sini?” tanya Zanna “Mau balik kak” jawab Alex Zanna mengeluarkan tatapan puppy eyes andalannya. “Gue boleh numpang gak?” tanya Zanna Alex terdiam saat melihat tatapan Zanna. “Tapi gue lagi sama kak Dean dan kak Sam juga kak” ucap Alex “Gak apa-apa kakak gabung?” tanya Alex “Ya gak apa-apa, biar sekalian gue bisa akrab sama mereka” jawab Zanna “Boleh kan?” tanya Zanna Alex mengangguk. Zanna tersenyum senang dan berjalan bersamaan dengan Alex menuju parkiran. Sesampainya di sana, Sam dan Dean terlihat terkejut. “Lah kok?” tanya Sam bingung “Kak Zanna bareng kita” jelas Alex “Lo Zanna?” tanya Dean “Gak. Gue Zinni” jawab Zanna "Hai, Zinni" sapa Sam "Zanna namanya, Sam. Bukan Zinni. Dia lagi bercanda itu" jelas Dean "Iya gue tahu kok, gak usah sok pintar lo" balas Sam Dean mendengus. “Makin cantik aja” puji Sam “Waduh, terima kasih banyak” balas Zanna Alex menyadarkan Dean dan Sam yang masih termenung sambil menatap Zanna untuk segera masuk ke dalam mobil. Setelah masuk, akhirnya mobil itu melaju pergi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN