Part 15

1250 Kata
Langkah Steve berhenti, ia melihat ke belakang dan menemukan Zanna yang masih memegangi kakinya. Steve menghembuskan nafasnya pelan kemudian menghampiri Zanna. “Lo kenapa?” tanya Steve “Kesandung” jawab Zanna “Lo sih kenapa gak pemanasan tadi?” tanya Steve “Kok malah salahin gue? Lo yang larinya kecepatan, gue ngejarnya sampai gak sadar ada batu” jawab Zanna kesal “Siapa suruh kejar gue? Kan bisa lari masing-masing” balas Steve Zanna mengerucutkan bibirnya. “Gue lari pagi biar bisa bareng lo, kalau lari paginya tetap masing-masing ya gue gak terima lah” ucap Zanna ‘Untung sepi, kalau ramai gue malu banget jatuh kayak gini’ batin Zanna Steve memutar bola matanya malas. “Lo bisa berdiri?” tanya Steve Zanna mencoba bangkit berdiri secara perlahan. “Bisa” jawab Zanna yang sudah berhasil berdiri “Lari?” tanya Steve Zanna menatap Steve dengan pandangan malas. “Pertanyaan macam apa itu?” tanya Zanna kesal ‘Udah tahu gue baru jatuh, malah ditanya bisa lari apa enggak’ batin Zanna Steve mengulum senyumnya. “Jalan bisa?” tanya Steve “Bisa, kapan kita jalan?” tanya Zanna keluar topik “Maksud gue jalan kaki” jawab Steve “Bisa-bisa, tapi pincang” balas Zanna “Ya udah lo jalan kaki aja pelan-pelan” ujar Steve “Lo gimana?” tanya Zanna “Ya lari lah, gue kan niatnya mau lari pagi” jawab Steve “Yahh jangan dong, masa gue jalan kaki sendiri kek orang bego? Malah gue pincang” ucap Zanna “Lo temanin gue ya?” pinta Zanna “Gak” tolak Steve Zanna menahan lengan Steve yang hendak berlari. “Gue dorong lo ya?” tanya Steve “C-coba aja kalau berani” jawab Zanna menantang Steve menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian berjalan kaki pelan. Zanna tersenyum senang dan mulai berjalan pincang sambil memegang lengan Steve. “Kenapa pegang gue?” tanya Steve “Biar gak jatuh lagi” jawab Zanna Steve hanya bisa pasrah. Ia malas berdebat. Mereka terus berjalan hingga akhirnya sebentar lagi melewati sebuah kedai yang banyak pelanggan laki-lakinya. Dan sepertinya anak SMA yang membolos, karena memakai seragam sekolah SMA. Zanna melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh tepat. ‘Gak terasa udah jam segini’ batin Zanna Sambil berjalan, Zanna berusaha menutupi pinggangnya yang terlihat karena ia mengenakan crop top. Steve yang menyadari hal itu menyerngitkan dahinya. “Kenapa?” tanya Steve “Di kedai itu banyak laki-lakinya” jawab Zanna “Terus?” tanya Steve Zanna diam tidak menanggapi, asik menutupi pinggang serta serta perutnya dengan kedua tangannya. Steve menghembuskan nafasnya berat saat sadar alasan Zanna. Ia menahan Zanna untuk berhenti membuat Zanna bingung. “Kenapa?” tanya Zanna Steve membuka jaket parasutnya dan mengikatnya pada pinggang kecil Zanna hingga berhasil tertutup. “Wahh makasih” ucap Zanna Zanna dan Steve pun berhasil melewati kedai itu. “Sok-sok pakai crop top tapi malu” sindir Steve “Ya malu lah, mereka masih anak SMA, pikiran mereka dimasa pertumbuhan tuh agak liar tahu!” seru Zanna “Apalagi mereka laki-laki” sambung Zanna “Lo pikir gue perempuan?” tanya Steve “Ya kalau lo gak apa-apa” jawab Zanna “Ha?” tanya Steve bingung “Lo kan bakalan jadi suami gue, jadi gak apa-apa” jawab Zanna “Terus kalau gue ada niatan macam-macam gimana?” tanya Steve “Gampang! Gue tinggal ngadu, makin cepat deh kita dinikahin” jawab Zanna santai dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Steve dengan kaki pincangnya Steve segera menyusul langkah gadis itu. “Lo pikir gue mau sama cewek murah?” tanya Steve “Heh mulut lo!” seru Zanna Steve menahan tawanya saat melihat Zanna berekspresi lucu. “Kan lo yang macam-macam sama gue, kenapa gue yang di bilang murah?” tanya Zanna “Karena lo yang mancing duluan” jawab Steve “Gue bukan mancing, tapi percaya sama lo kalau lo bukan orang yang besar nafsu” ujar Zanna “Percaya gak percaya, lo harus berpakaian sopan. Lo kira ini luar negeri?” tanya Steve Zanna tertawa keras saat menyadari sesuatu. ‘Kenapa?’ batin Steve “Cieeee dari tadi ngobrol sama gue” goda Zanna “Biasanya lo cuekin gue, cieee-cieee udah mulai suka ya sama gue?” goda Zanna lagi Steve berdecak kesal sekaligus menahan malu. “Jangan kesal, iya-iya gue gak bakalan ejek lo” ucap Zanna sambil menahan senyumnya Zanna melihat Steve yang sedang melihat ke arah lain sambil mengerutkan dahinya karena kesal. ‘Gemas banget’ batin Zanna ****** Steve tiba di rumahnya dengan perasaan campur aduk. Ia menemui Cassey. “Ma, jangan kasih tahu Zanna soal jadwal aku lagi” ucap Steve “Loh kenapa?” tanya Cassey “Aku gak suka ma, aku gak mau mama bocorin jadwal aku ke dia lagi” jawab Steve “Dia buat kamu kesal lagi?” tanya Cassey Steve enggan menjawab. “Pokoknya aku mohon sama mama jangan kasih tahu dia lagi” ucap Steve kemudian pergi meninggalkan Cassey Steve masuk ke kamarnya, ia kembali membersihkan dirinya. Ia akan bersiap-siap ke kantor. Setelah selesai, Steve mengambil ponselnya dari atas nakas miliknya. Saat hendak keluar kamar, Steve kembali melihat jaket parasut yang sempat ia ikatkan pada Zanna. Tanpa sadar, Steve tersenyum tipis sampai kemudian ia keluar dari kamarnya. ******* Zanna berteriak senang di kamarnya dan segera menghubungi teman-temannya. “Halo guys” ucap Zanna senang “Kenapa nih?” tanya Amanda “Bahagia banget lo” ucap Aleeza “Coba tebak apa yang buat gue senang?” tanya Zanna semangat “Please, kita bukan dukun” jawab Gianina “Nih ya gue kasih tahu” ucap Zanna “Tanya dong penasaran gitu” sambung Zanna “Hm, kenapa Zanna?” tanya Amanda “Gue tadi lari pagi sama Steve” jawab Zanna “Terus?” tanya Gianina “Gue kesandung” jawab Zanna Terdengar Aleeza dan Gianina tertawa serta Amanda yang tertawa paling keras. “Senang ya lo semua gue kesandung” ucap Zanna “Malu-maluin banget kesandung pas bareng gebetan” ucap Amanda “Tapi dia khawatir sama gue, jadi gue senang” ucap Zanna “Khawatir bohongan mungkin” ucap Aleeza Amanda kembali tertawa. “Atau dia yang sengaja buat batu di jalan itu” ucap Gianina Amanda semakin tertawa keras. “Manda, gue serius! Gue bakalan cubit lo kalau kita ketemu” ucap Zanna “Ketawa lo ngeselin banget serius!” sambung Zanna Amanda semakin tertawa. ‘Gue beneran cubit lo, Man. Tunggu aja’ batin Zanna “Gue belum selesai cerita!” seru Zanna “Terus gue pakai crop top, karena malu ada banyak cowok jadinya dia ikatin jaketnya ke pinggang gue” ucap Zanna memekik senang “YA AMPUN GUE BAPER” teriak Amanda “Lo mah serba baper” ucap Aleeza “Beneran so sweat Stevenya, lo aja yang gak punya hati jadinya gak pernah baper” balas Amanda “Gue pengen mukul lo banget sekarang” ucap Aleeza “Gue juga, Al. Percaya deh” balas Amanda “Eh nanti deh pukulan-pukulannya, gue mau siap-siap dulu nih” ucap Zanna “Perasaan lo yang hubungi kita, kenapa sekarang lo yang tiba-tiba sok sibuk?” tanya Aleeza “Gue mau nyusul jodoh gue ke kantor” jawab Zanna “Pepet terus sampai halal” ucap Gianina “Oh pasti dong” ucap Zanna “Gue matikan ya panggilannya?” tanya Zanna “Oke” jawab Gianina “Siap” jawab Amanda “Hm” jawab Aleeza Zanna memutuskan panggilan itu dan segera bersiap-siap untuk menuju kantor Steve.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN