Tok! Tok! Tok!
Cassey mengetuk pintu kamar Steve, namun Steve tak kunjung keluar.
“Steve!” seru Cassey memanggil Steve
Cassey kembali mengetuk pintu kamar Steve lebih kuat, kali ini ketukan itu membuahkan hasil.
Steve membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih mengantuk.
“Kamu baru bangun?” tanya Cassey
Steve mengangguk.
“Kamu gak ada urusan ke kantor kan sekarang?” tanya Cassey
“Enggak ada, kenapa ma?” tanya Steve
“Cepat siap-siap!” seru Cassey
“Kenapa?” tanya Steve
“Kok kenapa? Zanna mau datang sebentar lagi” jawab Cassey
“Z-Zanna?” tanya Steve terkejut
“Dia gak bilang sama kamu?” tanya Cassey
Steve menggeleng
“Oh kirain Zanna kabari kamu” ucap Cassey
“Cepat siap-siap!” sambung Cassey
“Dia ngapain ke sini?” tanya Steve
“Ya mau mainlah, dia itu calon menantu ya seharusnya lebih dekat dengan calon mertua dong” jawab Cassey
Steve menjambak rambutnya kemudian menutup pintu kamarnya.
‘Kurang kerjaan banget mau ke sini’ batin Steve
Steve melirik jam kamarnya yang menunjukkan pukul sembilan pagi.
‘Karena begadang sama mereka kemarin, gue jadi bangun jam segini’ batin Steve
Steve, Sam dan Dean memang begadang semalam sampai jam tiga pagi. Steve hendak tidur lebih dulu, namun dicegah oleh Sam. Dean dan Sam selalu mengganggu Steve agar Steve tidak tidur. Sampai akhirnya Steve terpaksa menemani mereka menonton pertandingan bola sampai jam tiga pagi. Setelah selesai, Dean dan Sam langsung pulang dan tidak jadi menginap.
Steve pun segera membersihkan dirinya dan bersiap-siap.
*******
“Yahh, jadi lo gak bisa main sekarang?” tanya Amanda
“Iya gak bisa, sorry ya” jawab Zanna
“Ya udah deh, lo ke rumah jodoh lo aja. Semangat!” seru Amanda
“Iya, thank you” balas Zanna
Amanda memutuskan pangggilan itu.
“Zanna, kamu gak jadi pergi?” tanya Hanna
“Jadi ma” jawab Zanna
“Aku pergi dulu ya ma” pamit Zanna
Hanna menggangguk.
Zanna pun melangkah pergi dan menggunakan taksi untuk menuju rumah Steve. Zanna memberikan share location pada supir taksi itu yang tadi diberikan oleh Cassey.
Zanna tersenyum semangat, ia sudah tidak sabar untuk sampai ke rumah itu.
Beberapa menit kemudian, Zanna tiba di rumah putih besar.
Pintu rumah itu terbuka, Zanna dengan ragu masuk ke dalam dan langsung menemukan Cassey.
“Eh udah datang?” tanya Cassey
Zanna tersenyum.
Cassey langsung memeluk Zanna dengan hangat. Kemudian ia membawa Zanna ke meja makan. Zanna bisa melihat ada banyak makanan yang tersaji termasuk mie goreng.
“Tante sengaja masak banyak” ucap Cassey
“Ayo makan!” ajak Cassey
“Gak tunggu om tante?” tanya Zanna
“Om udah ke kantor dari jam tujuh pagi tadi” jawab Cassey
“Adiknya Steve dan Steve gimana?” tanya Zanna
“Alex ke kantor bareng om tadi, kalau Steve masih di kamar lagi siap-siap” jawab Cassey
Zanna mengangguk paham.
“Steve paling bentar lagi bakalan selesai, kita makan duluan aja, gak apa-apa kok” ujar Cassey
Zanna mengangguk dan duduk.
Dan benar saja, Steve turun tepat waktu dan melihat seorang perempuan duduk bersama Cassey di ruang meja makan.
“Nah, itu Steve” ucap Cassey
Zanna reflek melihat ke belakang dan menemukan Steve. Steve menatap malas pada Zanna seperti orang yang tidak memiliki mood.
‘Moodnya itu loh, pengen gue tendang’ batin Zanna
“Aku mau ke kantor ma” ucap Steve
“Loh tadi kata kamu gak ada urusan” ucap Cassey
“Tiba-tiba ada urusan ma” ucap Steve
“Bohong kamu, sini makan dulu” ujar Cassey tidak percaya
Steve menghembuskan nafasnya kemudian duduk. Duduk dengan jarak yang jauh dari Zanna.
“Kamu ngapain jauh-jauh?” tanya Cassey
“Sini!” sambung Cassey sambil menyuruh Steve duduk berhadapan dengan Zanna. Dan hebatnya, Steve menurut dan duduk dihadapan Zanna.
“Nah, gitu dong” puji Cassey
“Aduh, mama lupa. Tadi mama disuruh supaya kabari papa kamu, bentar ya” ucap Cassey dan pergi meninggalkan Zanna dan Steve berdua
Steve berdecak kesal. Ia tahu itu hanya alasan Cassey supaya ia dan Zanna bisa lebih fokus berdua.
Steve menatap sekilas ke arah Zanna yang sedang mengunyah makanannya. Steve kemudian kembali fokus pada makanannya.
“Gue boleh ngomong kan?” tanya Zanna untuk membuka topik pembicaraan mereka
Steve diam. Ia hanya fokus pada makanannya.
“Lo kapan ada waktu?” tanya Zanna
“Gue sibuk” jawab Steve dingin
“Gue serius, Steve” ucap Zanna
“Gue juga serius” balas Steve cepat
“Oh, kalau gitu gue bakalan datang setiap hari ke rumah lo, supaya mood lo buruk terus” ancam Zanna
Steve berdecak kesal.
“Supaya apa lo ke rumah gue?” tanya Steve
“Jangan mentang-mentang orangtua gue suka sama lo, terus lo seenaknya masuk ke sini” sambung Steve
Zanna terkekeh.
Steve menyerngitkan dahinya saat melihat Zanna yang terkekeh.
“Lo manis banget” ucap Zanna
‘Manis?’ batin Steve bingung
“Lo gak berubah ya, kalau lagi kesal pasti ngomongnya panjang” ujar Zanna
“Gue jadi pengen buat lo kesal terus” sambung Zanna
“Ha?” tanya Steve
“Supaya lo mau ngomong sama gue” jawab Zanna
Steve memutar bola matanya malas. Kemudian Steve kembali menatap makanannya.
“Gue serius” ucap Zanna
Steve kembali melihat Zanna.
Zanna menangkupkan dagunya pada tangan kanannya sambil melihat Steve.
“Gue masih suka lo, Steve” ucap Zanna berani
Steve membulatkan matanya tanpa sadar. Kemudian mencoba untuk terlihat biasa saja.
“Gue enggak” ucap Steve dingin
“Enggak apa?” tanya Zanna
“Gue gak suka lo”jawab Steve
“Serius?” goda Zanna
Steve menatap mata bulat Zanna dengan tatapan sinis.
“Gue benci lo” ucap Steve dingin
Zanna tersenyum.
“Iya, gue cinta lo juga” ucap Zanna menanggapi dengan positif
Steve berdecak kesal kemudian melangkah pergi meninggalkan makanannya yang belum habis.
“Makanannya nanti terbuang loh, sayang” tegur Zanna
Steve tidak peduli. Ia tetap melangkah pergi.
Zanna lagi lagi terkekeh. Menggoda Steve sepertinya akan menjadi hobi tersendiri baginya.
Zanna menepuk pelan pundaknya.
‘Bagus Zanna, lo udah berani’ batin Zanna memuji dirinya sendiri
Kemudian Zanna mengusap dadanya pelan.
‘Bagus Zanna, walaupun sakit waktu dia bilang benci gue, tapi gak apa-apa, lo harus berjuang. Semangat!’ batin Zanna lagi untuk menguatkan hatinya
“Loh Steve di mana?” tanya Cassey
“Ke kamar deh kayaknya tante” jawab Zanna
“Makanannya belum habis, tumben banget” ucap Cassey
“Apa tadi terjadi sesuatu?” tanya Cassey
Zanna tersenyum kemudian menggeleng.
Cassey mengangguk paham.
“Tante” panggil Zanna
“Kenapa sayang?” tanya Cassey
“Selesai makan, aku boleh ke kamar Steve gak?” tanya Zanna
“Boleh” jawab Cassey
“Kamarnya di atas, paling ujung kiri” sambung Cassey
“Oke, tante. Tapi nanti aku beresin piringnya dulu ya tante?” tanya Zanna
“Gak perlu sayang, biar asisten rumah aja yang beresin” jawab Cassey
Zanna kemudian mengangguk.