Part 10

1204 Kata
Zanna yang sudah selesai makan segera pamit pada Cassey untuk menuju kamar Steve. Zanna melangkahkan kakinya satu persatu sambil melihat-lihat tiap sudut ruangan. ‘Kayaknya ini deh’ batin Zanna setelah sampai pada pintu paling ujung kiri Tok! Tok! Tok! Zanna mengetuk pintu tersebut, namun tidak ada suara. ‘Dia tadi beneran ke kamar kan?’ batin Zanna Zanna kembali mengetuk pintu tersebut dan akhirnya pintu tersebut perlahan di buka dari dalam. Steve terkejut saat melihat Zanna. “Hai!” sapa Zanna Steve kembali menutup pintu tersebut namun ditahan oleh Zanna. “Awas!” seru Steve “Gak mau!” seru Zanna Steve memperkuat dorongan pintu itu supaya bisa tertutup. “Aw!” ringis Zanna Steve reflek membuka pintu saat melihat tangan Zanna seperti terjepit. “Lo gak apa-apa?” tanya Steve Zanna tersenyum kemudian menerobos masuk ke kamar Steve. “Lo pura-pura kesakitan tadi?” tanya Steve “Iya” jawab Zanna Steve menghembus nafas kasar. “Maaf, lo khawatir banget ya tadi sama gue?” tanya Zanna “Gak” jawab Steve dingin Zanna tersenyum lalu melihat secara detail kamar Steve. Steve mencoba tidak peduli pada Zanna dan fokus pada ponselnya. Zanna kembali menyadari satu hal. “Parfum lo masih yang dulu?” tanya Zanna Steve membulatkan matanya. “Iya kan? Parfum yang waktu itu gue saranin ke lo, kan?” tanya Zanna memastikan “Hm” jawab Steve mengiyakan “Ciee masih suka sampai sekarang” goda Zanna “Gue suka wanginya, lembut” ucap Steve “Gue juga suka” balas Zanna Steve menatap Zanna. “Bedanya gue lebih suka sama yang pakai” sambung Zanna “Yang pakai parfum itu banyak” ucap Steve “Yang namanya awalan dari S” balas Zanna “Nama orang banyak dari awalan S” balas Steve lagi “Kalau gitu keluarga William” balas Zanna “Sepupu gue awalan S juga keluarga William” balas Steve sambil asik memainkan ponselnya “Gue suka lo, Steve Dion William!” seru Zanna merasa gemas sekaligus kesal Steve hanya diam. Tidak menanggapi. “Bego” gumam Zanna pelan Steve menatap Zanna. “Lo ngumpat sama gue?” tanya Steve Zanna menggeleng. “Gue dengar ya lo barusan ngomong apa” ucap Steve “Kalau udah dengar, ngapain nanya lagi?” tanya Zanna yang membuat Steve makin kesal Steve mengenakan jaketnya dan pergi ke luar. Zanna mengikuti Steve. “Lo mau ke mana?” tanya Zanna Steve tidak menjawab. Sesampai di lantai bawah, Steve dan Zanna bertemu dengan Cassey. “Kamu mau kemana?” tanya Cassey “Mau ke kantor Dean, ma” jawab Steve “Tumben, ngapain?” tanya Cassey “Dean ngajak ketemuan di sana” jawab Steve “Terus Zanna gimana?” tanya Cassey Steve mengedikkan bahunya tidak peduli dan segera melangkah ke luar. Dan Zanna masih mengikuti Steve. “Lo gak usah ikuti gue” ucap Steve Zanna menggeleng. “Gue mau ikut lo” ucap Zanna Steve memutar bola matanya malas. Saat di pintu keluar, Steve dan Zanna bertemu dengan Alex. Alex menatap Zanna dengan pandangan terkejut. “Alex?” tanya Zanna Alex mengangguk. Zanna kemudian mengambil tangan Alex untuk bersalaman. “Hai Alex, gue Zanna, calon kakak ipar lo!” seru Zanna memperkenalkan dirinya Alex hanya mengangguk paham. Zanna melirik ke arah Steve yang melihat dirinya. “Pergi aja sana! Gue mau main sama adik ipar gue” ucap Zanna sambil mengusir Steve dengan tangannya Steve menyerngitkan dahinya. ‘Tadi aja minta-minta ikut’ batin Steve “Ayo masuk!” ajak Zanna Alex mengangguk. Zanna melambaikan tangannya pada Steve. Steve tidak peduli dan masuk ke dalam mobilnya untuk menuju kantor Dean. ******* Steve masuk dengan cepat ke ruangan Dean. “Cepat banget lo sampai” ucap Sam “Lo di sini juga?” tanya Steve Sam mengangguk. “Lo kenapa?” tanya Dean “Gue di sini dulu untuk sementara” jawab Steve “Kenapa?” tanya Dean “Zanna di rumah gue” jawab Steve “S-serius lo?” tanya Dean Steve mengangguk. Dean dan Sam saling menatap satu sama lain. “Gerak dia cepat juga ya” puji Sam “Terus lo tinggalin dia?” tanya Dean Steve mengangguk. “Dia gak minta ikut gitu?” tanya Sam “Minta, tapi waktu ketemu Alex malah usir gue supaya pergi sendiri” jawab Steve Sam tertawa. “Dia pintar tahu, keren juga dia” puji Sam “Pintar apanya?” tanya Steve “Dia dekatin keluarga lo dulu” jawab Sam “Kalau udah disenangin sama keluarga pasangan mah masalah lo itu berarti masalah gampang buat dia” sambung Sam “Iya juga ya, pintar juga dia” puji Dean “Berarti sekarang dia lagi ambil hati Alex, gitu?” tanya Dean Sam mengangguk. “Alex gak bakalan mudah didekatin” ucap Steve “Yakin lo?” tanya Sam “Yakin” jawab Steve “Eh, Steve?” panggil Dean “Kenapa?” tanya Steve “Lo udah tahu?” tanya Dean “Apanya?” tanya Steve “Ana bakalan ke Indonesia” jawab Sam Steve langsung menatap Sam. “Gue udah bilangkan, Sam. Biar gue aja yang kasih tahu” ucap Dean kesal “Sama ajalah itu, gak ada bedanya” balas Sam “Gue pengen kasih tahu sendiri, lo mah gak bisa diajak kerja sama” ucap Dean “Lo kasih tahu gue, ya gue kasih tahu Steve lah, biar adil” ucap Sam Dean mengusap dadanya menahan emosi. “Kalian serius? Tahu dari mana?” tanya Steve “Dia yang kasih tahu langsung sama gue” jawab Dean “Kapan ke Indonesia?” tanya Steve “Belum tahu sih, masih rencana doang katanya” jawab Dean “Ohh” balas Steve “Dia belum tahukan kalau lo dijodohin?” tanya Dean “Belum” jawab Steve “Kenapa belum?” tanya Sam “Gue lupa” jawab Steve “Terus kapan lo kasih tahu?” tanya Dean “Udahlah gak usah, lagian perjodohan ini gue yakin bakalan gagal” jawab Steve “Yakin banget lo?” tanya Dean Steve mengangguk. ******* “Oh, jadi pacar lo yang ini?” tanya Zanna Alex mengangguk. Zanna menatap foto yang ada di ponsel Alex dengan cermat. “Cantik” puji Zanna Alex tersenyum. Zanna melihat Alex yang tersenyum dan langsung terpesona. “Gila! Ganteng banget!” seru Zanna “Ha?” tanya Alex bingung “Lo ganteng” puji Zanna “Lo sering senyum gitu sama pacar lo?” tanya Zanna “I-iya kak” jawab Alex “Aduh, gue yakin dia meleleh” ucap Zanna “Kakak bisa aja” ucap Alex Cassey memperhatikan Zanna yang sudah dekat dengan Alex. ‘Bahkan Zanna bisa bicara panjang dengan Alex, beda banget sama Steve ke Alex’ batin Cassey “Lo ketemu dia dimana?” tanya Zanna “Kenal pertama kali di SMA” jawab Alex Zanna mengangguk paham. “Kenapa lo bisa jatuh hati ke dia?” tanya Zanna Alex tersenyum malu. Sejujurnya melihat Alex tersenyum kembali mengingatkan Zanna pada Steve waktu dulu. “Ya udah deh gak usah jawab kalau lo malu” ucap Zanna sambil tersenyum Alex menatap Zanna yang tengah tersenyum sambil melihat kembali foto Karina di ponsel miliknya. Ah, Alex sepertinya tahu kenapa Steve bisa jatuh hati pada Zanna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN