Part 11

1211 Kata
Steve tiba di rumahnya pada pukul delapan malam. Ia melewati ruang tamu dan bertemu dengan Cassey. “Kamu dari mana aja?” tanya Cassey “Dari kantor Dean ma” jawab Steve “Lama banget” keluh Cassey “Tadi tuh Zanna masih nunggu kamu pulang” sambung Cassey “Terus sekarang dia dimana ma?” tanya Steve “Udah pulanglah” jawab Cassey “Baguslah” gumam Steve pelan “Apa kamu bilang?” tanya Cassey Steve menggeleng. “Aku ke kamar dulu ma” pamit Steve “Steve, kamu nih-“ Steve tidak menanggapi Cassey yang hendak berbicara dan langsung bergegas pergi ke kamarnya. Cassey menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melihat punggung Steve yang perlahan semakin menjauh. ****** “Aku pulang” ucap Zanna “Kamu lapar?” tanya Hanna “Enggak ma, tadi udah makan ma sekalian sama tante Cassey” jawab Zanna Hanna mengangguk paham. “Gimana tadi sama Steve?” tanya Hanna “Belum ada perkembangan sih ma” jawab Zanna “Gitu ya, semangat sayang!” seru Hanna Zanna mengangguk. “Kamu capek ya? Ke kamar aja” saran Hanna Zanna mengangguk kemudian masuk ke kamarnya. Setiba di kamarnya, Zanna langsung menghempaskan tubuhnya di kasur. Ia mendadak malas untuk pergi mandi. Zanna kembali teringat pada tatapan sinis yang diberikan Steve tadi. Zanna menghembuskan nafas kasar. ‘Lo pasti bisa, Zan!’ batin Zanna Zanna mengambil ponselnya yang berdering tanda ada panggilan masuk. ‘Ah, panggilan video’ batin Zanna Zanna menjawab panggilan video yang ternyata dari Amanda, Aleeza dan Gianina. “Kenapa?” tanya Zanna “Kusut banget muka lo kayak udah disetrika” ucap Amanda “Kayak belum disetrika maksudnya, hehe” sambung Amanda “Ha? Serius?” tanya Zanna Amanda mengangguk. “Apa sih? Biasa aja kok, Zan. Amanda jangan didengarin” ucap Gianina “Jadi yang benar itu siapa?” tanya Zanna “Gue lah” jawab Amanda “Apaan! Kusut darimana muka Zanna lo lihat? Masih cantik kok” jawab Gianina Aleeza hanya diam memperhatikan pertengkaran mereka hanya karena masalah kusut atau tidak kusut. Padahal topik itu bisa saja langsung di skip. Ia mengantuk. “Sekarang lo deh Zan, lo percaya sama siapa?” tanya Amanda Zanna diam. Ia lebih memilih melihat dirinya di cermin. “Masih cantik kok gue” ucap Zanna “Tuh kan” ucap Gianina merasa benar “Lo lihatnya harus menurut pandangan orang lain dong, Zan” ujar Amanda “Lo pikir gue gak orang?” tanya Gianina “Oh orang ya?” tanya Amanda balik “Ih nyebelin banget sih lo!” seru Gianina Aleeza menguap. Seketika Zanna tertawa saat melihat Aleeza yang menguap lebar. “Aleeza ngantuk jadinya karena kalian” ucap Zanna “Tega lo, Al” ucap Amanda merasa tersakiti “Lagian video call untuk bertengkar doang itu supaya apa sih?” tanya Aleeza “Ya dia lebih dulu mancing gue” jawab Amanda “Lo lah! Masa gue duluan?!” ucap Gianina kesal “Ah udah! Gue ngantuk! Mau tidur! Kalau gak ada apa-apa, gue pamit” lerai Aleeza “Eh sabar dong, jangan pergi dulu kakak” cegah Amanda “Kenapa? Ada gosip baru?” tanya Gianina “Iya nih, dedek bawak gosip terbaru” jawab Amanda “Gosip apa?” tanya Zanna “Lo tahu Tuti kan?” tanya Amanda “Tuti siapa?” tanya Zanna “Itu loh yang pernah gue kenalin ke kalian, kalian juga datang ke pernikahannya tiga bulan lalu” jelas Amanda “Oh yang itu” ucap Gianina “Kenapa sama dia?” tanya Aleeza “Udah cerai” jawab Amanda “Lah kok? K-kok bisa? Kan baru nikah tiga bulan” tanya Gianina kebingungan “Kok bisa cerai?” tanya Aleeza penasaran “Suaminya selingkuh” jawab Amanda “WHAT?!” teriak Zanna histeris “KOK BISA SELINGKUH?” sambung Zanna “Ya mana gue tahu, lo pikir gue suaminya?” tanya Amanda “T-tapi kan Tuti baik banget” ujar Zanna “Terlalu baik kali, jadinya suaminya bosan” ucap Aleeza “Lah bisa-bisanya?! Baik salah, jahat salah, gue tendang juga lama-lama” ucap Zanna kesal “Malah selingkuhannya gak cantik-cantik banget lagi, ngeri gue” ucap Amanda “Wah lo main fisik” ucap Aleeza “Ya kalau gak good attitude ya seharusnya atau setidaknya good looking lah” ucap Amanda “Ini udah bad attitude, bad looking pula” sambung Amanda Gianina menahan tawanya. “Gue gak ikut-ikutan masalah fisik” ucap Aleeza “Hati-hati besok lo jerawatan” ucap Zanna “Iya-iya maaf, mulut gue emang lemes banget” ujar Amanda “Oh iya tadi gimana ketemu sama Steve?” tanya Gianina “Ya dia masih gitu-gitu aja sih” jawab Zanna “Tapi kenapa dia makin ganteng ya?” tanya Zanna sambil tersipu malu Aleeza tiba-tiba ingin muntah. “Jangan ngomong gitu deh, gue mual” ucap Aleeza “SEMANGAT ZANNA! KAMU PASTI BISA!” seru Amanda menyemangati “Kalau ada kesempatan langsung terobos aja” sambung Amanda “Ya masalahnya kesempatan itu gak ada sampai sekarang, gak tahu deh kalau kedepannya” ucap Zanna sedih “OH AYOLAH! GUE INGAT BANGET DULU DIA CINTA BANGET SAMA LO! MASA GAK LULUH?” teriak Amanda ‘Jangan teriak-teriak anjirr!’ ucap kakak Amanda yang ternyata berada di satu ruangan dengan Amanda Amanda tertawa saat kena marah. ‘Yee malah ketawa’ ucap kakak Amanda kesal Zanna, Gianina dan Aleeza ikut tertawa. Kakak Amanda emang galak. “Heh Amanda! Lo bilang ingat? Lo aja gak ada di situ waktu itu” tegur Gianina “Lo sensi banget sih sama gue? Ya maksud gue, gue ingat sama yang diceritakan Aleeza. Dan menurut gue, waktu itu Steve emang bucin banget sama Zanna” jelas Amanda “Hoo begitu” ucap Gianina “Lo cari cara deh dimana gitu kek” saran Amanda “Di mbah google aja coba” saran Gianina Zanna mengangguk. “Terimakasih atas sarannya ibuk-ibuk” ucap Zanna “Aleeza diam mulu kayak tembok” sindir Amanda “Gue ngantuk, bye” pamit Aleeza Aleeza meninggalkan mereka dipanggilan video itu. “Gue juga ikutan bye deh, kakak gue lagi sensi nih” pamit Amanda Zanna mengangguk. “Gue juga ya, Zan” ucap Gianina sambil melambaikan tangannya “Iya” balas Zanna Dan panggilan videopun selesai. Zanna melihat setiap kontak yang ada di ponselnya. Matanya tertuju pada satu nomor yang baru ia simpan baru-baru ini. Ya. Nomor Steve. Jarinya sangat gatal ingin menekan simbol memanggil. ‘Enggak-enggak, jangan sekarang’ batin Zanna menghentikan keinginannya ‘Kalau sekarang, udah pasti dia bakalan gak angkat’ batin Zanna Zanna beralih pada aplikasi pencarian internet. Ia mulai mengetik sesuatu. ‘Cara agar pacaran’ Zanna tertawa saat melihat apa yang ia ketik. Ia dengan cepat menghapus dan mengetik yang baru. ‘Bagaimana balikan dengan mantan?’ ‘Cara balikan dengan mantan’ ‘Info terbaru tentang bagaimana cara balikan dengan mantan’ Dan berbagai ketikan pencarian lainnya. Zanna membuka setiap web yang muncul hingga kata mantan memenuhi riwayat pencariannya. ‘Gak ada yang pas’ batin Zanna Zanna akhirnya memutuskan untuk membuka satu web lagi. Matanya tertuju pada kalimat nomor tiga. ‘Bawa ke kenangan masa lalu namun harus membuat kenangan baru’ ‘Hmm bawa ke kenangan masa lalu?’ batin Zanna ‘Membuat kenangan baru?’ batin Zanna Zanna tersenyum. ‘Gue punya ide’ batin Zanna
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN