Steve melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Jam itu menunjukkan pukul delapan pagi. ‘Ah sial, telat lagi’ batin Steve Steve merasa akhir-akhir ini sangat susah untuk bangun jam lima atau enam pagi. Ia jadi tak pernah olahraga pagi atau hanya sekedar berlari pagi lagi karena selalu telat bangun. Jadi, Steve memutuskan akan tidur cepat saat malam agar besok pagi bisa berlari pagi. Steve yang sudah selesai bersiap-siap untuk menuju kantornya segera keluar dari kamar. Ia turun menuju meja makan. Steve mendengar suara mengobrol dari ruang keluarga. Ia memutuskan untuk memeriksa ruang keluarga dulu. Betapa terkejutnya Steve saat melihat Zanna yang sedang asik mengobrol dengan Manuel. ‘Ya ampun!’ batin Steve Steve segera pergi dari sana sebelum Zanna menyadari kehadirannya. Steve berte

