Kaisar Kegelapan

805 Kata
Seorang Patriark dan sepuluh tetua menahan sakit yang luar biasa ketika berhadapan dengan seorang lelaki misterius yang memakai sebuah topeng hitam. Topeng itu memiliki pola seperti burung gagak dengan warna merah darah. "Sudah aku katakan, bekerja sama lah denganku dan tunduk di bawah perintah Kaisar Kegelapan," ucap pria bertopeng. "Ji—jika ti—tidak?" tanya salah satu tetua sekte tersebut. "Terpaksa kalian akan mati dan menjadi makanan bagi kegelapan. Satu hal yang harus kalian ketahui." Pria bertopeng itu menguatkan aura membunuh sampai membuat sebelas orang itu sesak nafas. "Jangan bermimpi setelah kalian mati, tidak merasakan siksa apapun. Roh kalian akan selalu berada dalam dimensi kegelapan untuk menjadi b***k, setelah kalian sudah tidak dibutuhkan, roh kalian akan musnah dan tidak akan bisa reinkarnasi di kehidupan selanjutnya." Mendengar ucapan dari pria bertopeng tersebut, para pemimpin sekte tersebut langsung bertekuk lutut menerima ajakan itu. Wajah mereka sangat pucat, menunjukkan rasa ketakutan yang sangat dalam. Sebelum kejadian tersebut, sekte Tengkorak Iblis sedang melakukan diskusi tentang rencana ke depan untuk menguasai Benua Barat. Namun ketika diskusi akan selesai, seorang anggota sekte tersebut masuk dengan tergesa-gesa. Awalnya salah satu tetua ingin memberikan hukuman bagi dia, akan tetapi ketika anggota tersebut menyampaikan informasi, seluruh orang dalam ruangan berdiri dan bergegas ke pintu gerbang sekte. Tidak pernah terpikirkan oleh Patriark dan sepuluh tetua sekte Tengkorak Iblis, bahwa hari itu mereka akan kehilangan lima puluh pendekar bintang 2 dan 3 dengan kondisi tubuh hanya tinggal tulang dan kulit dengan bola mata melotot. Tanpa bertanya terlebih dahulu kepada pria bertopeng, Patriark dan sepuluh tetua Tengkorak Iblis mengeluarkan seluruh aura membunuh. Mereka bergerak maju mengepung pria bertopeng dari segala sisi. "Apa kalian ingin menjadi seperti mereka?" tanya pria bertopeng. "Harusnya kau yang mengkhawatirkan keselamatanmu!" kata salah satu tetua. Pria bertopeng itu menggelengkan kepalanya, dia menyilang kan kedua tangan di belakang pinggang dan segera mengeluarkan aura kegelapan. Seketika Patriark dan para tetua terkapar dengan masing-masing mulut mengeluarkan darah. .. "Mulai sekarang kalian adalah para wakil komandan pasukan Kaisar Kegelapan," ucap pria bertopeng. Dia memberikan sebuah kristal kecil berwarna merah darah kepada sepuluh tetua sekte. Berbeda dengan Patriark sekte, dia diberikan sebuah kristal lebih besar dari yang lain. "Dan kau Cong Bu, kau akan menjadi komandan pertama," sambung pria bertopeng. Pria bertopeng itu menyebut dirinya sebagai Gagak Darah. Dia memerintahkan mereka untuk meletakkan kristal kegelapan di tengah d**a. Seketika muncul urat-urat berwarna merah darah dari tengah d**a mereka semua dan menjalar ke seluruh tubuh. Tekanan aura kegelapan membuat mereka berteriak keras dan kedua mata mereka berubah warna merah darah dalam beberapa detik. "Tugas pertamamu sebagai komandan Kaisar Kegelapan, bawa 20 siluman puluhan tahun dan satu siluman ratusan tahun untuk menyerang turnamen yang nanti akan di adakan di kota Lembah Hijau. Berikan mereka ketakutan dari kebangkitan Kaisar Kegelapan." Dari kejauhan 21 siluman bergerak cepat menuju tempat tersebut dan mendarat di halaman ketika Gagak Darah memanggil mereka. "Baik!" jawab Cong Bu. "Dan kalian para wakil komandan, rekrut seluruh pendekar bintang aliran hitam di daratan ini. Jika mereka menolak, bunuh mereka!" ucap Gagak Darah. "Baik!" Serentak sepuluh wakil komandan bergerak ke berbagai arah menuju sekte-sekte aliran hitam yang ada di Benua Barat. ** Kedua orang tua Long Kirin terlihat bingung ketika anaknya pulang bersama seorang pria kekar dengan membawa lima pedang. "Ayah, Ibu, dia adalah ...." Long Kirin menjelaskan siapa sebenarnya pria tersebut. Kedua alis mata Long Yan dan Lin Xie naik turun saat mengetahui bahwa pria itu berasal dari tempat yang sangat jauh dan akan menjadi pelindung bagi Long Kirin. "Namaku Hou San, aku pendekar bintang empat tahap berlian dengan tiga titik," ucap Hou San dengan ramah. ** Seminggu sebelum mulainya turnamen bela diri, Yin Kara telah berhasil mencapai pendekar bintang 2 tahap perak dengan satu titik. Gadis itu berlatih dengan keras di bawah bimbingan langsung dari kakeknya Jiang Yu dan mengkonsumsi sumber daya yang meningkatkan tenaga dalam serta kualitas tulang. "Kakek, aku ingin bertanya," ucap Yin Kara saat sedang duduk istirahat bersama Jiang Yu. "Apa itu?" "Mengapa mereka yang terlahir memiliki satu dari kelima elemen dasar tidak bisa menjadi pendekar bintang?" "Kara'er, tidak semua manusia memiliki kemampuan untuk mendapatkan tenaga dalam lebih dari lima lingkaran. Walau begitu, mereka tetap bisa menggunakan elemen dalam tubuhnya untuk membantu melakukan pekerjaan," jelas Jiang Yu "Hmm, seperti itu. Baiklah, Kek. Aku ingin pergi sebentar," ucap Yin Kara. Jiang Yu hanya mengangguk dan tersenyum, dia tidak bertanya kemana cucunya akan pergi, karena dia tahu bahwa gadis tersebut akan menemui sang keturunan Iblis. "Kita lihat siapa yang menang," ucap Yin Kara dengan penuh semangat. Dia berlari menuju Bukit Ketentraman untuk melihat apakah Long Kirin telah berhasil membuat lobang di pohon persik. Sesampainya di sana, dia tidak melihat Long Kirin di tempat tersebut, hanya saja pohon tempat latihan temannya itu tertutupi kain berwarna putih. "Ternyata kau berhasil, Kirin," ucap Yin Kara. Dia terkejut sekaligus bahagia, karena temannya itu telah berhasil membuat pohon persik berlubang sedalam kepalan tangan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN