Janji

1064 Kata
Cahaya yang terpancar dari tubuh Long Kirin membuat Shui, Jin, Tu dan Mu terkejut dengan ekspresi yang berbeda-beda. Kejadian seperti ini sangat jarang terjadi, karena persentase perbandingannya satu banding sepuluh juta pendekar. Seseorang yang memiliki daya tampung sebesar itu termasuk dalam makhluk yang ditakdirkan untuk sesuatu yang besar, baik takdir baik maupun buruk bagi alam semesta dan makhluk. "Lihat-lihat, dia memang pantas menjadi suamiku," ucap Shui dengan kata berbinar dan mulutnya yang terbuka layaknya seorang sedang kelaparan melihat hidangan makanan. Dia juga bergerak perlahan mendekati Long Kirin dengan kedua tangan seperti ingin memegang tubuh pemuda tersebut. Melihat Shui yang akan mendekati Long Kirin, Jin dan Tu segera bergerak untuk menahan gadis roh air tersebut dengan sekuat tenaga. Sedangkan Mu sang roh kayu menepuk jidatnya. Shui yang berada di tingkat kedua dalam kekuatan, membuat Jin dan Tu tidak bisa menahan lajunya mendekati Long Kirin. Kedua roh tersebut sampai menggunakan seratus persen kekuatan untuk menahannya, akan tetapi itu hal yang sia-sia. "Kakak! Tolong hentikan Shui yang gila ini!" pinta Jin kepada Huo. Roh api tersebut tidak menggubris tingkah laku tiga adik-adiknya, pandangan matanya masih tertuju tajam ke arah Long Kirin. Dia masih belum mempercayai pemuda dari alam semesta manusia ini, karena sebelum bertemu Long Kirin, seorang makhluk berjenis kelamin pria dari alam semesta ke-tiga juga memiliki daya tampung energi alam dengan luas yang sama. Awalnya Huo sangat mempercayainya, akan tetapi makhluk itu malah melakukan tindakan kudeta dan menjadi pemimpin bengis. Ketika Shui hampir mendekati Long Kirin, Huo menghilang dari tempatnya dan secara cepat berada di depan gadis roh air itu dengan tangan kanan menghadang laju tubuh Shui. "Mundur, atau kau akan mendapatkan hukuman dariku," ucap Huo datar, namun Shui bisa merasakan intimidasi dan ancaman yang sangat serius dari ucapan Huo. Gadis tersebut langsung berhenti dan memendam hasratnya dalam-dalam agar tidak berurusan dengan Huo sang roh api yang berada di tingkat pertama dari kelima roh elemen. Perlahan demi perlahan cahaya keemasan itu mulai meredup dari tubuh Long Kirin. Pemuda itu mulai membuka kedua matanya dan memandang kelima roh elemen. "Apa yang akan kau lakukan dengan energi alam sebesar ini?" tanya Huo dengan tekanan intimidasi. Tatapan wajahnya datar dan menunjukkan bahwa dia akan menyerang Long Kirin apabila menjawab tidak sesuai dengan harapannya. "Aku—." Ucapan Long Berhenti ketika Huo mengangkat tangan kanannya, muncul bola api dengan tekanan yang sangat kuat. "Aku apa?" Huo kembali bertanya. Bola api pada tangannya perlahan membesar, sampai Shui, Jin, Tu dan Mu bergerak menjauh agar tidak terkena dampaknya. Long Kirin menelan ludahnya melihat tindakan roh api tersebut. "Aku akan gunakan untuk menyelamatkan semesta tempat tinggal seluruh manusia dari kehancuran akibat bangkitnya para siluman kuno." "Lalu, ketika sudah selesai, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Huo kembali bertanya. Long Kirin berpikir sejenak untuk menemukan jawaban yang sesuai agar Huo tidak melemparkan bola api yang kini mulai sedikit terlihat berwarna putih. "Aku tidak tahu akan melakukan apa setelahnya, tapi aku akan berusaha melindungi siapapun dari ancaman kejahatan." Mendengar jawaban dari Long Kirin, Huo langsung meningkatkan daya kekuatan bola api pada tangan kanannya sampai seluruh warnanya menjadi putih terang. Kekuatan itu membuat Long Kirin seperti berada di dalam lahar gunung berapi dengan panas tertinggi dan empat roh elemen lainnya mengeluarkan pelindung dari elemen masing-masing untuk melindungi tubuh dari panas tersebut. "Pegang ucapanmu itu anak muda," ucap Huo mengangkat tangannya lebih tinggi, "atau kau akan merasakan inti kekuatan elemen api ini, jika ternyata tidak menepati janjimu." Sambungnya dan seketika bola api tersebut menghilang dengan cepat. Long Kirin kembali menelan ludahnya. "Ba—baik," jawabnya terbata. "Dengan energi alam sebesar ini, kau tidak perlu membuat kelima roh lagi, karena kami lah yang akan menjadi roh elemen untukmu," ucap Huo. "Lalu bagaimana selanjutnya, apa aku bisa kembali masuk ke dalam ragaku?" tanya Long Kirin. "Buka kepalan tanganmu," jawab Huo. Saat Long Kirin melakukan perintah roh elemen api, seketika kelima roh elemen berubah menjadi bentuk seperti kobaran api kecil dengan warna yang mewakili elemen mereka. Kobaran api kecil itu bergerak dengan cepat dan berputar di atas kepalan tangan kanan Long Kirin beberapa saat, lalu masuk ke dalam tangan Long Kirin. Seluruh tubuh Long Kirin bergetar dengan hebat, dari telapak tangan kanannya muncul garis-garis dengan lima warna yang menjalar sampai ke bahunya. Pada akhirnya setelah selesai menstabilkan kekuatan, muncul sebuah tato berwarna emas pada seluruh tangan kanannya. Akhirnya roh pemuda itu kembali ke dalam raga. Long Kirin menarik nafas dalam dan perlahan membuka kedua matanya. Pikirannya terasa lebih tenang dari sebelumnya dan dia merasakan aliran energi alam dari seluruh jaringan pembuluh darah dalam tubuh. Dari kejauhan Kai Rong tersenyum melihat murid keduanya tersebut. Dia segera berdiri dan terbang ke atas menuju kedua muridnya. "A—a—apa tetua Huo, Shui, Jin, Tu dan Mu bersatu dalam ragamu, Kirin'er?" tanya Hou San terbata-bata. Pemuda itu hanya menjawab dengan senyuman saja karena Kai Rong telah berada di hadapannya. "Kirin'er, kau harus mempergunakan kekuatan ini dengan tepat. Untuk sekarang kau tidak boleh menunjukkan lebih dari dua puluh persen energi alam, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari dia," ucap Kai Rong. "Dia? Dia siapa, Guru?" Long Kirin terlihat sangat bingung dengan sosok yang dikatakan oleh Kai Rong. "Ketika waktunya tiba, kau akan mengetahuinya." Kai Rong mengambil sebuah benda dalam jubahnya. "Pakailah cincin ini untuk menutupi tekanan aura kekuatanmu." Sambungnya memberikan benda bulat itu. Saat Long Kirin memakai cincin pemberian Kai Rong, seketika aura dalam tubuhnya menurun drastis sampai pada tingkat pendekar bintang tiga tahap perak dengan tiga titik. Apabila Long Kirin membuka cincin tersebut, maka aura kekuatan sebenarnya akan terlihat dan membuat siapapun yang merasakan akan menjadi ketakutan, karena saat ini kekuatannya berada di pendekar bintang lima tahap emas dengan lima titik. "Baiklah, latihanmu telah selesai," ucap Kai Rong mengibaskan tangannya. Seketika mereka kembali ke Bukit Ketentraman yang dimana waktu sudah menunjukkan sang surya perlahan tenggelam. Mereka bertiga duduk bertiga di bawah pohon persik sambil menatap keindahan langit yang berpadu dengan pergerakan burung-burung kembali ke dalam sangkar. Untuk seterusnya, Kai Rong memerintahkan Hou San menemani Long Kirin berpetualang. Tidak lupa dia memberikan pendekar hewan tersebut berupa cincin perubahan raga. Benda tersebut akan merubah seluruh tubuh Hou San menjadi seperti manusia pada umumnya. Wajah Hou San seperti lelaki berumur 40 tahun dengan bulu lebat menghiasi dagu dan kedua pipinya. Rambutnya gimbal dengan kuncir kuda, berbadan tegap nan kekar, serta tidak lupa kelima pedang menghias kedua sisi pinggang dan bahunya. "Ouh yeah!" teriak Hou San senang mendapatkan penampilan keren seperti ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN