Tekanan dari Auman Naga yang dikeluarkan oleh Long Kirin memiliki daya sangat besar, sampai membuat kesembilan kloningan Hou San berubah menjadi asap putih. Terlihat bentuk lingkaran besar berukuran empat kali lipat dari roda kereta kuda dan di dalamnya terdapat lingkaran lebih kecil sampai 5 lapis di bawah kaki Long Kirin.
Melihat kemajuan pesat yang di miliki murid ke duanya ini, membuat Kai Rong berbangga diri dan yakin bahwa Long Kirin akan membantunya menyelesaikan masalah besar yang akan tiba pada waktunya.
"Baiklah, cukup untuk latihan di tempat ini. Waktumu tidak lama lagi, kau harus belajar mengendalikan dan menyelaraskan kelima elemen dalam tubuhmu." Kai Rong mengibaskan tangan kanannya, seketika suasana berubah ke dalam ruang dimensi dimana tempat saat Long Kirin bermeditasi mengalahkan Iblis Hatinya.
Kai Rong memerintahkan kepada muridnya untuk kembali bermeditasi di atas sebuah batu persegi yang berada di atas air terjun.
"Ingatlah, kelima elemen berasal dari alam. Kau harus bermeditasi dengan menajamkan seluruh panca indra sampai ke titik dimana kau berada di sebuah ruang elemen," ucap Kai Rong. Dia juga meminta Hou San untuk menemaninya bermeditasi, karena dia tahu bahwa murid pertamanya belum mendapatkan kekuatan penuh setelah ikut tersegel dengannya.
Hou San berada di kanan, sedangkan Long Kirin berada di sisi kiri dimana mereka dipisahkan oleh aliran air terjun. Bentangan pepohonan rindang dan di ujung sana terdapat lautan yang sangat luas menjadi pemandangan bagi mereka berdua.
"Ehem, Senior," sapa Long Kirin membuka obrolan sebelum melakukan meditasi.
Alis mata Hou San bergerak ketika Long Kirin memanggilnya seperti itu. "Ada apa?"
"Hmmm, aku ingin bertanya. Bagaimana kau bisa bertemu dengan guru dan bagaimana kau bisa ada di semesta manusia?"
"Aku tidak menjelaskan pertanyaan pertama untuk saat ini, Kirin'er. Namun untuk pertanyaan ke dua aku bisa menjelaskannya." Hou San menarik nafasnya sebelum lanjut berbicara. "Ketika kejadian itu terjadi, aku ikut bersemayam di dalam pedang bersama guru. Bedanya guru masih dalam keadaan sadar di dalam pedang tersebut, sedangkan aku tertidur dan terbangun setelah kau bertemu dengan guru."
Long Kirin ingin kembali bertanya, namun dia tahan karena melihat Hou San menutup matanya memulai meditasi. Dia menarik nafas panjang dan melepaskan secara perlahan, menatap pemandangan indah dalam ruang dimensi milik gurunya dan mulai menutup mata untuk bermeditasi.
"Kosongkan pikiranmu, ingatlah jika kau merasakan seperti nyawamu tercabut dari raga, tetaplah tenang dan rasakan dengan seksama. Di saat itu lah kelima elemen akan muncul di hadapanmu," ucap Hou San ketika adik seperguruannya mulai melakukan meditasi.
Long Kirin tidak menggubris ucapan Hou San, akan tetapi dia tetap mengikuti arahan dari kakak seperguruannya. Dia mulai mengosongkan pikiran dan menajamkan panca indranya. Dalam waktu satu jam, tubuhnya merasakan hawa sangat dingin dan sesak di d**a. Long Kirin melihat bahwa ruangan dimensi milik gurunya menjadi lebih gelap dan waktu seperti berhenti seketika. Tubuhnya berubah secara perlahan menjadi sebuah wujud sepertinya, namun terbentuk dari cahaya biru transparan.
Saat itu lah perlahan muncul lima sosok yang masing-masing menunjukkan diri sebagai elemen dasar, melayang di depan Long Kirin. Sosok pertama seperti gadis kecil yang seluruh tubuhnya terbuat dari air berwarna biru, sosok kedua terlihat seperti kakek tua dimana tubuhnya berupa batang pohon yang kepalanya ditumbuhi oleh dedaunan. Berikutnya seorang lelaki berbadan kekar dengan kepala plontos yang seluruh tubuhnya adalah unsur elemen besi, terlihat kalung dari rangkaian bola besi mengitari lehernya. Sosok keempat adalah seorang pria berbadan tambun, dia memiliki lengan tangan yang sangat besar dan memakai ikan kepala, seluruh tubuhnya adalah unsur elemen tanah. Terakhir dari kelima sosok itu seorang pria muda dengan rambut di kuncir kuda layaknya seorang pendekar, dia berdiri dengan sangat tegap, seluruh tubuhnya terbuat dari kobaran api.
"Jadi ini manusia yang ditakdirkan untuk menyelamatkan semesta," ucap lelaki api yang bernama Huo.
"Dia sangat tampan, Kakak." Gadis kecil dari elemen air memberikan penilaiannya. Dia bernama Shui.
"Adik kecil kita selalu saja berusaha menggoda setiap mereka yang berhasil bertemu dengan kita," ucap lelaki bertubuh kekar yang mewakili elemen logam. Dia adalah Jin.
"Karena dia wanita, wajar saja Shui'er seperti itu kakak." Sosok lelaki yang seluruh badannya terbuat dari unsur tanah memberikan penjelasannya. Dia bernama Tu.
"Kalian berhenti berbicara yang tidak berguna," cetus lelaki tua yang tubuhnya dari batang pohon. Dia bernama Mu.
Long Kirin menatap mereka berlima beberapa saat, lalu melihat tubuhnya yang menjadi aneh.
"Saat ini kau telah terpisah dari raga itu," ucap Mu.
"Apa?! Berarti aku sudah mati?!" tanya Long Kirin dengan wajah cemas.
Mereka berlima secara serentak tertawa melihat ekspresi pemuda tersebut.
"Tergantung darimu, Bocah." Jin menatap dengan senyuman mengejek.
"Maksudnya?" tanya Long Kirin.
"Kau harus mengumpulkan energi alam dan membentuk setiap elemen menjadi roh seperti kami." Shui memberikan penjelasannya.
"Lalu jika aku tidak berhasil melakukannya?" Long Kirin kembali bertanya dengan perasaan cemas.
"Kau tidak akan pernah kembali ke dalam raga itu. Artinya kau akan mati," cetus Huo.
Long Kirin menelan ludahnya ketika mengetahui konsekuensi bila dirinya gagal melakukan ujian ini.
"Karena kau sangat tampan, aku akan memberikan satu petunjuk kepadamu." Shui memberikan senyuman menggoda kepada Long Kirin.
Jin, Tu dan Mu serempak menepuk jidatnya ketika Shui melakukan hal yang sama setiap bertemu orang baru. Sedangkan Huo terlihat acuh dengan sikap adik kecilnya.
"Abaikan ke tiga kakakku yang tidak suka adik yang imut dan cantik ini mencintai lelaki." Shui mendengus kesal ke arah Jin, Tu dan Mu. "Energi alam memiliki berat lebih ringan dari pada tenaga dalam, dia berwarna kuning keemasan dan transparan. Kau harus mencarinya dan menarik seluruh energi alam yang kau temui." Sambung Shui dengan senyuman hangat kepada Long Kirin.
"Baiklah, terima kasih telah memberikan petunjuk untukku." Long Kirin mulai kembali menutup matanya dan berkonsentrasi mencari energi alam.
"Lihat itu, Kakak. Dia menyukai aku," bisik Shui kepada ke empat kakaknya dengan ekspresi bahagia.
Bisikkan Shui terdengar oleh Long Kirin dan membuat dia tersedak karena ucapan itu tidak sesuai dengan apa yang dia rasakan.
Jin, Tu, dan Mu tersenyum canggung melihat tingkah Shui, namun berbeda dengan Huo yang menatap tajam ke arah Long Kirin.
Walaupun Long Kirin saat ini berada di dalam ruang dimensi milik Kai Rong, dia masih bisa merasakan energi alam dari dunia sebenarnya karena saat ini dia telah menjadi roh. Dia melihat banyak energi alam bertebaran di berbagai tempat, dimana lautan memiliki lebih banyak energi alam dari tempat lainnya.
Perlahan dia pun mulai mencoba menarik energi alam yang jaraknya sangat dekat dengan dia. Hawa sejuk langsung dirasakan oleh Long Kirin ketika energi alam terserap ke dalam tubuhnya. Setelah beberapa saat menikmatinya, dia segera menarik energi alam dari tempat lain.
Butuh konsentrasi sangat tinggi saat berusaha menarik energi alam yang jaraknya lebih dari 20 meter. Dalam waktu 20 jam, dia hanya bisa menarik dua puluh lima persen kapasitas penampungan energi alam dalam tubuhnya. Berarti dia membutuhkan waktu selama delapan puluh jam atau tiga hari delapan jam.
Waktu yang sangat lama bagi Long Kirin, namun Huo dan lainnya sangat paham bahwa alasan mengapa dia membutuhkan waktu lebih lama karena kapasitas menampung energi alam yang dimiliki Long Kirin sangatlah besar.
Setelah selesai menyerap sampai penuh, seluruh tubuh Long Kirin mengeluarkan cahaya kuning keemasan yang sangat terang. Ini membuat mata Hou San menjadi silau.
'Mungkinkah dia memiliki daya tampung seluas semesta sampai energi alam bersinar seperti ini?' Batin Hou San.