Sepuluh Kloning Hou San

1043 Kata
Keesokan harinya Long Kirin kembali menuju Bukit Ketentraman untuk kembali berlatih nafas Naga Langit. Kali ini Kai Rong memberikan beban lima puluh kilogram lebih berat dari sebelumnya untuk membuat muridnya lebih kuat. Long Kirin diharuskan untuk berlari mengitari tempat itu sampai lima belas putaran. Pada akhirnya Long Kirin menyelesaikan latihan berat tersebut hanya dalam waktu lima jam saja dan membuat Kai Rong menjadi bangga. Menurutnya Kai Rong bila perkembangan muridnya meningkat secepat ini, maka kemungkinan dia akan mendapatkan kekuatan puncak hanya dalam waktu empat tahun saja. Kai Rong memberikan waktu istirahat bagi muridnya beberapa saat agar stamina Long Kirin menjadi lebih baik. "Guru, tadi malam setelah kepulanganku kalian tidur dimana?" tanya Long Kirin di sela-sela istirahat. "Di gubuk sederhana yang diciptakan Hou San." "Lalu dimana gubuk itu?" Long Kirin kembali bertanya. "Aku lenyap kan saat pagi buta, agar tidak di lihat oleh orang lain." Hou San memberikan jawabannya sebelum Kai Rong menjelaskan. "Seperti itu, lalu air yang sangat segar ini dimana diambilnya?" "Aku yang ambil di sumber mata air yang ada di gunung itu." Hou San menunjukkan gunung di arah barat yang jaraknya lebih dari seratus kilometer. Mendapatkan penjelasan dari kakak seperguruannya, membuat Long Kirin kembali bertanya karena rasa penasaran. "Aku rasa kau pasti melewati satu atau dua desa ketika pergi ke gunung itu, apa ada yang melihatmu?" "Tidak akan ada yang bisa melihatku." Hou San melirik sorot mata adik seperguruannya yang memancarkan hasrat ingin bertanya kembali. "Aku menghilangkan hawa keberadaanku dan tentunya jika aku merasakan keberadaan manusia, aku akan langsung menghindarinya. Bila tidak ada cara lain, aku akan melumpuhkan mereka dengan cara membuat mereka pingsan sejenak." Sambung Hou San. "Seperti itu rupanya." Long Kirin kembali meneguk air pergunungan itu sampai habis. "Baiklah waktu istirahatmu telah usai, sekarang kembali lah berlatih ilmu pedang yang diajarkan Hou San padamu." "Baik, Guru," jawab Long Kirin memberi hormat. "San'er, lakukan," pinta Kai Rong. "Baik, Guru." Hou San segera mengeluarkan tenaga dalam cukup besar. "Sepuluh Bayangan Raga!" Pendekar hewan itu mengeluarkan jurus tingkat menengah, dimana bisa membuat sepuluh sosok seperti dirinya sendiri. Kloningan Hou San mengelilingi Long Kirin. Long Kirin terkejut melihat jurus yang dikeluarkan oleh Hou San, dia tidak menyangka bahwa ada jurus seperti itu. "Kirin'er, setelah kau selesai berlatih pemahaman ilmu pedang, kau harus menghadapi satu kloningan Hou San dan akan meningkat menjadi dua dalam waktu tiga puluh menit." Kai Rong memberikan penjelasannya. Mendengar ucapan dari gurunya membuat Long Kirin tersedak karena latihan yang diberikan sangatlah tidak masuk akal. Dia sangat ingin bertanya, namun segera diurungkan saat Kai Rong langsung berbalik arah menuju pohon persik untuk duduk bermeditasi. Long Kirin menarik nafas panjang menggunakan teknik pernafasan Naga Langit lalu melalukan latihannya. Hasil dari latihan berlari membawa beban mengitari Bukit Ketentraman terlihat membantu Long Kirin melakukan setiap gerakan dengan sangat mudah tanpa terbebani. Dia melakukan itu dengan hati yang gembira. Gerakan demi gerakan Long Kirin bagai air yang mengalir, membuat gerakan satu ke gerakan lainnya seperti tanpa jeda. Hou San segera menggerakkan satu kloningan dirinya untuk menyerang Long Kirin saat sedang dalam posisi bertahan. Sontak ini membuat Long Kirin terkejut dan menahan serangan itu. Long Kirin bingung atas tindakan kakak seperguruannya, karena sesuai penjelasan sebelumnya bahwa dia akan berlatih tanding saat setelah menyelesaikan latihan pemahaman ilmu pedang lima percobaan. Hou San tidak memberikan waktu kepada adik seperguruannya untuk bertanya, dia terus menggerakkan kloningannya menyerang Long Kirin dengan serius. Merasakan bahwa ini memang adalah metode latihan untuknya, Long Kirin mengurungkan niatnya untuk bertanya dan memusatkan perhatiannya kepada kloningan Hou San. Saat ini serangan dari kloningan Hou San membuat Long Kirin dalam posisi bertahan, dia belum menemukan celah dari serangan itu. Saat ini Hou San hanya mengeluarkan lima puluh persen dari kemampuan kloningannya, ini dia lakukan supaya Long Kirin tidak langsung terkejut mendapatkan serangan kuat. Hou San memberikan jeda dalam sepuluh tarikan nafas Long Kirin dan meningkatkan lima persen tiap satu tarikan nafas. Setelah dua puluh tarikan nafas Hou San langsung mengerahkan 100 persen potensi kloningannya untuk menyerang Long Kirin. Dalam sepuluh menit mereka telah bertukar seratus serangan pedang. Long Kirin sudah mulai terbiasa dan stabil saat ini, bahkan dia telah mampu ke posisi menyerang dan memberikan beberapa luka kecil pada tubuh kloningan Hou San. Tiga puluh menit berlalu, Hou San segera mengerahkan kloningan ke dua untuk menyerang Long Kirin. Bunyi suara pedang saling bertabrakan makin terdengar kuat saat kloningan kedua menyerang Long Kirin. Dia lebih berkonsentrasi memusatkan perhatiannya untuk menyerang dan bertahan. Pandangan matanya bergerak ke berbagai arah untuk melihat serangan demi serangan. Dia juga menguatkan kelima panca indranya untuk merasakan dan memprediksi dari arah mana serangan akan datang. Ketika telah bertukar dua ratus jurus pedang, Long Kirin melompat mundur mengambil jarak dari dua kloningan Hou San. Dia segera melakukan teknik nafas Naga Langit untuk mengembalikan staminanya, seketika oksigen di sekitarnya menjadi lebih tipis ketika dia melakukan teknik tersebut. Terlihat asap putih saat Long Kirin menghembuskan nafasnya. Dua kloningan Hou San saling berdekatan dengan tatapan tersenyum ke arah Long Kirin yang sudah selesai melakukan teknik tersebut. Long Kirin menatap tajam setelah staminanya kembali seperti semula. "Aku akan menyerang kembali!" teriaknya sesaat sebelum melesat maju. Bunyi suara pedang beradu terus menghiasi suasana pertarungan antara Long Kirin dengan dua kloningan Hou San. Long Kirin menambah kecepatannya dan bergerak sangat lincah untuk menggunakan jurus ketiga dari kitab Dewa Perang. Alis mata kanan Hou San menaik ketika melihat gerakan yang dilakukan adik seperguruannya. 'Kita lihat seberapa besar ukuran pedang energi yang dihasilkannya,' batin Hou San. "Seratus Pedang Keadilan!" Seketika muncul seratus pedang energi berwarna biru dengan ukuran satu meter di belakang Long Kirin, dia langsung melesatkan jurus itu ke salah satu kloningan Hou San. Sesaat sebelum serangan Long Kirin mengenai targetnya, tiga kloningan Hou San yang sedari tadi menunggu langsung bergerak menyelamatkan satu kloningan itu. Namun nyatanya sia-sia karena sepuluh pedang yang tidak berhasil di tangkis bersarang di tubuh kloningan Hou San. Seketika aliran listrik tingkat tinggi yang bersarang di pedang energi tersebut menyerang tubuh kloningan Hou San sampai meledak menjadi kepulan asap. "Lumayan-lumayan." Hou San bertepuk tangan di dekat Kai Rong. "Kalau begitu bagaimana dengan ini," ucapnya. Sembilan kloningan yang tersisa segera bergerak menyerang Long Kirin dari berbagai arah yang dimana tiga kloningan menyerang di titik buta pemuda tersebut. Long Kirin segera menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan jurus kedua dalam kitab Dewa Perang, Auman Naga. "ROARR!!!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN