DERING telfon yang berkali-kali terdengar nyaring di telinganya, tak mengurungkan niat Keyla yang sudah bulat; menghampiri Raynzal dirumahnya untuk mengetahui kabar dari kekasihnya itu. Sama sekali tak memperdulikan panggilan masuk yang datang dari arah Jean. Tanpa takut, diberhentikannya mobil yang dirinya kendarai itu tepat di samping sebuah pohon rindang yang posisinya berada di seberang jalan rumah milik Raynzal. Karna tadi, maniknya sempat melihat sebuah mobil asing yang terparkir di dalam gerbang yang sedikit terbuka itu. Mobil yang Keyla yakini adalah milik Ayah Raynzal. Menunggu dengan gelisah membuat Keyla berkali-kali menggoyangkan kakinya, dengan bantuan telinga yang diperdengarkan oleh sebuah musik bergenre pop. Sengaja agar perhatian Keyla sedikit teralihkan. Melirik ponse

