SELESAI dengan rambut dan seragam sekolahnya yang nampak rapih di depan sebuah cermin besar, barulah gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar miliknya. Berjalan santai menuruni anak tangga, menuju ruang utama rumahnya yang pastilah sudah dihuni oleh sang Ayah dan para bodyguardnya yang beberapa diantaranya ada yang akan pergi mengingtili Keyla ke sekolah. Hal menyebalkan yang setiap hari harus Keyla jalani karna dirinya tak memiliki pilihan lain selain menurut. Berdiam di tempatnya ketika lelaki berumur itu berjalan menghampiri. Tak ada niatan untuk menatap kedua mata sang Ayah meskipun keduanya sudah berhadapan. "Hari ini, kamu boleh pergi dan pulang sekolah sendiri." Kepala Keyla sontak mendongak, matanya membulat dengan bibir yang sedikit terbuka. "A-apa? Keyla ber

