“Sepertinya kamu sudah tahu tentang rahasia yang Papa simpan selama ini. Benar, kan?” tanya Papa membuka percakapan. Ayah mengajakku ke ruang kerjanya selepas sarapan. Tidak ada pembicaraan apa pun di meja makan. Aku yang sangat penasaran dengan kedatangan Adila juga menahan diri agar tidak mengatakan hal itu ketika makan. Tante Naziha tidak menyinggung mengenai hal ini dan Papa tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ini sarapan yang sangat berbeda bagiku. Dulu, meja makan menjadi tempat paling tepat untuk berbagi cerita setelah seharian beraktivitas. Kami biasa bertukar kisah dan tertawa bersama. Aku rasa, itu tidak akan pernah aku alami lagi. Mengapa aku jadi sedih menyadari saat-saat membahagiakan itu tidak mungkin kembali. Apa yang bisa aku harapkan? Diterima dengan baik oleh Papa ada

