“Kita benar-benar akan berkunjung ke rumah Ibu?” tanyaku sekali lagi. Sekadar untuk memastikan kalau keputusan Ayah memang sudah tepat. “Kamu tidak mau?” “Bukan begitu, Yah. Sebenarnya, Adila lebih memikirkan Ayah. Apa tidak masalah kalau kita pergi ke rumah Om Kalvin?” Biar bagaimana pun, Ayah adalah mantan suami Ibu. Apa tidak terlalu riskan kalau Ayah menginap di rumah Om Kalvin. Apa lagi, mata Ayah jelas masih menunjukkan cintanya pada Ibu. Bagaimana kalau Om Kalvin menyadari hal itu. Aku tahu kalau Ayah pandai menyembunyikan perasaan, tapi tetap saja kekhawatiran itu ada. Tidak masalah kalau Ayah dan Om Kalvin harus bertemu untuk membicarakan apa pun mengenai masalah kami. Tapi, untuk menginap di saja, aku sedikit ragu. Apa lagi jika sampai ada yang tahu hubungan Ayah dan Ibu di m

