"Loe baik-baik saja, Bro?" "Apa gue kelihatan enggak baik-baik saja?" "Loe sedikit murung. Loe sudah tahu siapa ayah kandung loe, kan?" "Loe memang sahabat terbaik gue. Omong-omong, loe bukan mata-mata Papa, kan?" "Maksud loe?" "Papa menyewa orang buat mengawasi gue." "Wow! Dia orang tua yang keren, kan. Loe beruntung menjadi anaknya." "Maksud loe? Gue bukan anak kandung bokap gue." "Tapi dia tetap anggap loe anaknya." "Iya. Tapi ... gue merasa tidak enak. Sejak kecil gue dirawat sama Papa.” Pikiran tentang mengecewakan Papa terus memenuhi pikiranku. Aku tidak tahu kenapa ini terasa sangat mengganggu, padahal Papa jelas-jelas sudah memaafkan. Justru karena Papa sangat baik. Jika Papa marah, aku rasa itu akan sedikit melegakan. Tapi, untuk apa Papa marah padaku. Yang salah bukan d

