43. Arvino

2269 Kata

Ketenangan itu tidak ada lagi. Aku langsung membeli tiket dan pulang ke Jakarta begitu mendengar berita yang tidak masuk akal dari Bude Tiara. Kakiku bergerak-gerak tak menentu. Aku berulang kali mengetukkan jemari ke lutut. Mataku mengawasi awan yang hari ini terlihat terang di bawah sinar bulan. Meski sulit dipercaya, ucapan Bude Tiara benar. Aku bahkan telah melihat surat dan video yang mengungkap kenyataan pahit itu. Hal ini benar-benar membuatku kecewa pada Mama. Untuk pertama kalinya, aku ingin melayangkan protes karena keputusan yang diambilnya. Bagaimana bisa Mama menyembunyikan jati diriku? Papa juga mau-mau saja mendukung keputusan Mama. Fakta yang terungkap ini menjelaskan banyak hal padaku. Aku jadi tahu alasan Papa yang suka mengabaikan Mama. Kurasa itu karena Mama telah men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN