Ayah sudah duduk di ruang tamu saat aku keluar kamar. Sehari penuh, aku sudah memikirkan masalah Arvino yang bukan anak kandung Om Kalvin. Rasanya seperti tidak nyata. Maksudku, Om Kalvin punya banyak waktu untuk menjelaskan kepada Arvino mengenai masalah ini. Kenapa dia tetap bungkam sampai hari ini. Pikiranku kacau lagi. Aku rasa ini harus segera dihentikan. Om Kalvin tentu memiliki alasan mengapa dia memutuskan untuk tidak menceritakan kebenarannya pada Arvino. Mestinya aku tidak menyalahkan orang lain. Lagi pula aku tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga mereka, bukan? Memangnya apa hakku? Meski begitu, aku merasa iba pada Arvino. Dia mungkin akan menyesali perbuatannya yang menentang pernikahan sang ayah. Padahal dia sudah dirawat dengan penuh kasih oleh Om Kalvin. Pria yang se

