Mataku tidak berkedip menatap wanita berambut sebahu yang berada di hadapanku. Dia mengerutkan kening sambil meneliti penampilanku. Jika dalam keadaan normal, aku tidak akan menyukai perbuatannya. Tapi, kali ini lain. Aku terlalu merindukan wajah itu sampai tidak memedulikan yang lain lagi. Jika ini adalah mimpi, aku ingin tidur lebih lama. Aku masih ingin melihat wajah yang sangat kurindukan itu. Aku sudah jarang sekali memimpikan Mama. Jadi, bisa menatap wajah Mama dengan sangat jelas begini membuatku sangat bahagia. Rasanya mau berlari dan langsung memeluk sosok Mama. Tapi, entah mengapa aku hanya diam. Aku takut kalau semua akan kembali normal begitu aku mendekati Mama. Biarkan aku puas menikmati pemandangan ini dan menyimpannya dalam hati. Setelah sadar, aku akan mencoba untuk melup

