44. Adila

2124 Kata

“Kamu masih mikirin si Arvino?” Aku menoleh saat Diva membuka percakapan. Pertanyaan darinya sedikit mengusikku. Sejak semalam, aku sudah berusaha menekan rasa penasaran. Jika Diva mengingatkanku begini, aku bisa tergoda lagi. Aku menghela napas agar bisa menenangkan pikiranku yang mulai melayang lagi pada Arvino. Belum lagi hadiah aneh dari Arvino. Aku bingung apa maunya pria itu. Bagaimana bisa dia memberiku sebuah undangan pernikahan atas namaku dan dirinya. Dia jail sekali, kan? Bisa-bisanya dia melakukan hal konyol seperti itu. Bagaimana kalau Danu tidak memberitahuku? Apa yang akan Ayah katakan kalau sampai melihat isi amplop dari Arvino. Jika mungkin bisa, aku ingin sekali melayangkan protes pada Arvino. Mengapa dia selalu membuatku mengingatnya dengan cara-cara tak terduga. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN