45. Arvino

2176 Kata

Kamar ini masih sama. Bahkan penataan barang-barangnya tetap seperti dulu. Aku mengamati isi lemari yang penuh dengan stiker pemain bola idolaku. Tanpa bisa menahan, aku menyunggingkan senyum. Aku takjub saat menyadari tidak ada debu di kamar tidur lamaku. Seakan aku tidak pernah meninggalkan tempat ini. Penasaran, aku membuka lemariku. Aku terpana saat melihat semua pakaian yang kutinggalkan masih berada di sana. Aku tidak tahu harus senang atau sedih menyaksikan semua kenyataan ini. Seolah Papa memang sengaja merawat kamarku selama aku pergi. Apa ini? Aku ingin menangis saking terharunya. Mataku menangkap sebuah pigura di meja belajar. Aku melangkah mendekat. Ada aku, Papa, dan Mama. Kami tersenyum lebar ke arah kamera. Rasanya baru kemarin foto itu diambil. Itu hari pertama aku memaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN