36. Adila

2252 Kata

“Lagi mikirin apa, sih, anak ayah yang cantik ini?” Suara Ayah menyentakku. Aku menoleh dan langsung disambut dengan senyum lebar Ayah. Semoga saja Ayah tidak menebak apa yang tengah aku pikirkan tadi. Bisa malu kalau aku ketahuan sedang memikirkan Arvino. Ya, walaupun tidak membayangkan yang tidak-tidak, aku tetap merasa malu. Terus terang, sikap Arvino yang tidak biasa memunculkan pertanyaan dalam hatiku. Aku merasa kalau hal itu tidak ada hubungannya dengan Ayah. Pertemuan mereka kemarin tidak mungkin menjadikan Arvino berubah begitu, bukan? Pasti ada hal lain yang membuat pria itu bersikap aneh. Tapi, apa? Astagfirullah. Mulai lagi penjelajahan pikiranku. Kelihatannya aku perlu pergi ke tempat jauh dan melakukan sesuatu yang menyenangkan, agar aku bisa melupakan Arvino. Maksudku, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN