“Mau aku traktir mi ayam?” tawar Diva setelah kami keluar dari kelas. Aneh sekali mendengar Diva mengucapkan hal itu. Bukannya dia tidak pernah mentraktirku. Tapi biasanya harus ada momen tertentu kalau dia membelikanku makanan. Jadi, aku merasa ada yang tidak beres di sini. Langkahku terhenti dan aku mulai memperhatikan Diva yang ikut berhenti. Tidak ada yang mencurigakan. Tidak, tidak. Pasti ada yang tidak aku ketahui. Apa tepatnya yang sedang disembunyikan Diva dariku. Dia tidak melakukan hal-hal aneh, kan? “Assalamualaikum, Diva.” Belum sempat aku menjawab tawaran Diva, seseorang mengejutkanku. Aku melirik pada pria tinggi yang kini berdiri di hadapanku dan Diva. Haikal. Bagaimana bisa Haikal ada di sini dan dia menyapa Diva. Apa yang sedang terjadi sebenarnya. Mataku melirik Div

