Deon merasakan bibir Lana manis dan lembut. Laki-laki itu berjanji kepada dirinya sendiri, apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan Lana. Apalagi membiarkan Lana kembali kepada Artos. Minim sekali harapan untuk Deon merelakan. "Kamu mengambil semua yang kumiliki, kamu juga yang harus tanggung jawab dengan semua ini," batin Deon. Tanpa diduga oleh Deon sebelumnya, Lana menyambut ciuman Deon dengan luma*** yang sama lembutnya. Mereka sadar jika apa yang dilakukan salah, tapi tidak ada yang bisa mengalah saat hawa angkara murka ikut bertahta. Keduanya sama-sama menginginkan. Deon menarik pinggang Lana agar semakin dekat. Menepis jarak yang sempat menjadi penghalang bagi nereka. Seakan Deon tidak ingin wanitanya menjauh dari tubuhnya. Sementara tanpa sadar, Laba memeluk leher Deon. M

