Sofia menatap langit-langit kamar dengan menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala, sebagai bantalan. Matanya menerawang kejadian-kejadian yang terjadi di kantor seharian tadi. Apa ia terlalu lemah menjadi seorang wanita? Apa ia kurang tegas menjadi seorang wanita? Apa ia kurang memiliki pendirian menjadi seorang wanita? Rasanya ia sudah melakukan hal yang benar, mengingat Ed begitu m***m, dan suka seenaknya. Dengan tidak menyerahkan tubuhnya ke seorang Ed secara cuma-cuma, ia rasa itu sudah hal yang benar. Ia rasa ia sudah tegas menjadi seorang wanita, untuk ukuran pria seperti Ed. Hanya saja, ia menjadi ragu kepada Ed. Ed sudah beberapa kali mengatakan kata-kata cinta, namun kenapa ia tidak segera memperjelas statusnya sebagai apa, di hidupnya? Kekasih kah, atau tunangan, ata

