"Apa? Sialan! Bagaimana bisa?!" Ed menggebrak meja kerjanya, membuat Sofia yang sedang mengetik terlonjak kaget. Apa lagi kali ini? Batin Sofia malas, sambil memutar kedua bola matanya. Tingkah Ed terlalu overdrama menurutnya. Ed berdiri dari kursinya sambil berjalan ke jendela besar yang berada di belakangnya. Tangan kanannya memegang handphone yang di tempelkan di telinga kirinya. "Bagaimana bisa kalian kecolongan dana sebegitu besarnya?! Sebenarya apa yang kalian lakukan ketika bekerja?!" Ed berteriak kencang. Membuat atensi Sofia yang semula ada pada komputer beralih kembali ke arah Ed yang sedang terlihat emosi. Apa ada masalah kantor? Batin Sofia bertanya-tanya. "Dasar sepupu sialan! Aku mempercayakan perusahaan ku padamu untuk kau kembangkan, bodoh! Bukan untuk kau hancurk

